Transportasi Murah di Iran, Bikin Jalan-Jalan Makin Mudah

Salah satu jalan utama di Tehran.

Jalan-jalan ke Iran tak sulit seperti yang dibayangkan. Mau berpindah dari satu kota ke kota lainnya sangat mudah. Sebab transportasi umum sudah banyak. Ada beberapa pilihan dan tarifnya relatif murah. Perjalanan bisa dimulai dari Tehran yang posisinya berada di tengah-tengah Negara Persia itu.

Kota Tehran, ibu kota Iran letaknya berada di kaki Gunung Alborz. Dari Bandara Internasional Imam Khomeini jaraknya sekitar 35 kilometer. Jalanan dari bandara menuju pusat Kota Tehran sangatlah mulus, lebar, dan tanpa hambatan. Tidak ada sedikit pun kerusakan atau tambalan. Seperti melintas di jalan tol saja. Taksi yang saya tumpangi melaju sendiri. Hanya sesekali berpapasan dan atau menyalip kendaraan lain. Saya pun terkagum-kagum karena tidak menyangka kualitas jalannya relatif bagus.

Memasuki Kota Tehran, jalan raya sangat mulus dan rapi. Taman indah menghiasi. Tetapi kendaraan ramai dan taksi yang saya tumpangi sesekali terhenti karena macet. Kota Tehran adalah kota metropolis, nyaris serupa dengan Jakarta yang ramai, dan dinamis, jadi tentu saja diwarnai kemacetan. Terutama pagi dan sore hari. Saat teman baru saya mengantar dari rumahnya di distrik Zaferaniyeh ke rumah teman saya di distrik Amir Abad, sore hari, kami menempuh perjalanan hampir satu jam setengah. Padahal, jaraknya hanya sekira 15 kilometer. Mobil pribadi, taksi, dan bus umum yang padat, merayap perlahan.

Tehran memiliki beberapa pilihan transportasi umum untuk bepergian. Ada bus, metro atau subway, dan taksi. Taksi juga ada beberapa pilihan, tergantung uang yang ada di kantong. Ada taksi yang bisa dipesan atau dipanggil lewat agen. Namanya taksi azans. Ada taksi yang bisa langsung dicegat di jalan dan hanya membawa satu orang (kalau sendiri saja) atau lebih penumpang (kalau bersama teman/keluarga), namanya taksi darbaz.

Taksi di Tehran

Seperti di Batam, ada juga taksi yang bisa berbagi tumpangan dengan penumpang lain. Jadi kalau masih ada kursi yang kosong, sopirnya berhenti mengambil penumpang. Namanya, taksi mustakim. Tentu saja taksi seperti ini ongkosnya lebih murah. Waktu saya menumpang taksi mustakim, ongkosnya hanya 40 ribu rial atau 4 ribu toman. Sementara ketika menumpang taksi darbaz, saya membayar 250 ribu rial atau 25 ribu toman. Padahal jarak tempuhnya hampir sama.

Dari sisi transportasi umum, harus diakui Iran sudah termasuk maju. Di beberapa kota besar seperi Tehran, Isfahan, dan Shiraz, bus kotanya berukuran besar untuk angkutan massal. Metro (subway) juga sudah ada di beberapa kota besar. Uniknya, bus kota menyediakan tempat khusus untuk penumpang perempuan. Tempat duduk khusus perempuan berada di bagian belakang. Dipisahkan dengan palang dari kursi untuk pria yang berada di bagian depan. Tetapi perempuan bisa duduk bersama suaminya.

Untuk membayar sewa bis, warga Tehran pada umumnya dan kota-kota besar lainnya, menggunakan pembayaran elektronik dengan kartu langganan. Hampir setiap bis dilengkapi fasilitas pembayaran elektronik yang terdapat di bagian depan dan belakang bis. Tidak ada yang mengawasi memang, tapi  semua orang membayar dengan kesadaran masing-masing, meskipun bis sedang penuh sesak. Bagi yang tak punya kartu, sewa bis dibayarkan langsung kepada supir. Kalau Anda pernah ke Singapura dan menggunakan bis, tak ada bedanya dengan di Iran.

“Ongkos naik bus sangat murah, 5000 rial atau 500 toman,” kata Reza Jamili, teman yang tinggal di Tehran.

Seperti halnya bis, metro juga memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan dengan pengaturan yang sama. Ada gerbong khusus perempuan. Pernah sekali waktu, saya lupa gerbong untuk wanita dan pria dipisahkan. Tanpa mengamati lebih dulu, saya langsung saja melangkahkan kaki mengikuti perempuan di depan saya dan hendak masuk ke gerbong khusus itu. Untung saja, petugas di stasiun meneriaki saya sebelum saya masuk.

Terminal bus di Isfahan

Di Tehran, jalur metro cukup panjang, hingga mencakup Kota Tehran dan sekitarnya. Jaringan metro ini menghubungkan tempat-tempat penting di seluruh Kota Tehran, dan menjadi salah satu jaringan kereta bawah tanah terbesar di Asia. Bahkan menghubungkan dengan kota tetangganya, Karaj. Khusus jalur ke Karaj berupa commuterlina. Ada lima jalur metro di Tehran dan dua jalur lainnya sementara dalam tahap pembangunan.

Metro bisa dibayar menggunakan tiket sekali pakai ataupun kartu elektronik berlangganan. Sebelum masuk ruang tunggu, penumpang bisa membeli tiket di konter atau membeli melalui mesin yang menyerupai ATM. Terdapat dua jenis tiket sekali pakai, yaitu tiket satu arah atau one way ticket dan tiket pulang pergi atau two ways ticket. Jika menggunakan kartu berlangganan, tarifnya akan lebih murah.

Tak hanya di Tehran, sarana transportasi umum di kota-kota besar lainnya di Iran juga sudah sangat maju. Kota wisata yang saya kunjungi seperti Isfahan di Iran tengah, Shiraz di selatan Iran, dan Yazd, sudah memiliki layanan bus umum yang baik. Busnya seperti yang ada di Tehran. Ongkosnya pun hampir sama di setiap kota itu. Di Isfahan untuk rute dalam kota ongkosnya 5000 rial dan bus yang ke pinggiran kota ongkosnya 8000 rial. Di Shiraz juga ongkos bus rata-rata 5000 rial atau 500 toman.

Di Kota Isfahan, pemerintah setempat sedang giatnya membangun jalur metro. Pemerintah Isfahan baru saja membuka dan mengoperasikan metro jalur satu 15 Oktober 2015. Isfahan menjadi kota ke empat yang memiliki metro di Iran. Jalur satu ini untuk sementara sepanjang 11 kilometer.  Membentang dari pusat kota, Shohada  ke Qods di pinggiran kota. Memiliki sepuluh stasiun termasuk yang berada di terminal bus antar kota,  Kaveh. Pengerjaan tahap kedua yang bakal menjadi jalur tiga sudah dikerjakan.

Jalan utama masuk kota Shiraz.

Sebelumnya, Kota Tabriz di utara Iran sudah lebih dulu mengoperasikan metro pada 28 Agustus 2015 lalu. Di kota yang berbatasan dengan Turki, Armenia, dan Azerbaijan, itu baru mengoperasikan satu jalur dengan enam stasiun. Jalur dua sedang dalam pengerjaan dan menyusul jalur tiga dan jalur empat. Kota Tabriz juga akan memilik commuterline yang menghubungkan Tabriz dan Sahand.

Sementara di Shiraz, kota wisata di selatan Iran, metro mulai beroperasi sejak 11 Oktober 2014 dan baru satu jalur. Panjangnya 22,4 kilometer. Saat saya di sana, jalur 2 yang panjangnya 15 kilometer sedang dikerjakan. Rencananya, pemerintah setempat akan membangun hingga 6 jalur. “Pergi ke mana-mana sangat mudah di sini (Shiraz),” ujar Ehsan Mohajerani, seorang teman, warga lokal yang sedang kuliah magister.

Tak hanya transportasi dalam kota yang dioperasikan oleh pemerintah terkelola dengan bagus. Bus antar kota milik swasta juga bagus. Bus-bus ini menghubungkan antara satu kota dengan kota lainnya di Iran. Ada dua pilihan untuk bus antar kota, bus ekonomi dan VIP. Tentu bus VIP harganya lebih mahal dan kondisi busnya lebih bagus dan sangat nyaman. Layanannya juga lebih baik. Penumpang diberi camilan dan minuman ringan. Air minum kemasan selalu tersedia dan gratis di boks pendingin. Tersedia layar televisi.

Bus berangkat tepat waktu meski penumpangnya hanya sepuluh orang saja. Saya banyak menggunakan bus VIP ini. Dari empat kali perjalanan jarak jauh, tiga kali saya menggunakan bus VIP. Harganya termasuk ramah di kantong. Nama busnya Hamsafar. Paling direkomendasikan. Saya menggunakan bus Hamsafar saat perjalanan dari Tehran ke Isfahan, lalu dari Isfahan ke Shiraz, dan Shiraz ke Yasd. Oh ya bus lainnya yang termasuk VIP ada Iran Peyman, Royal Safar dan Tak Safar Iranian. Tiketnya bisa dibeli langsung di konter Hamsafar di terminal bus. Bisa juga online tetapi websitenya berbahasa Arab.

Bus Hamsafar

Selama perjalanan dari satu ke kota ke kota lainnya, saya tidak pernah merasakan guncangan. Sebab jalan beraspal relatif mulus. Tak banyak tambalan. Bahkan jalan-jalan di kota-kota kecil seperti Marvdash, 50 kilometer di luar Shiraz. Kota tempat Persepolis dibangun Darius Agung tahun 515 SM. Jalan-jalan di kota kuno Yazd, Iran tengah, juga sama mulusnya. Jalan tertata rapi dan lurus-lurus, seperti jalan pada umumnya di Iran. Sangat-sangat jarang jalan yang berkelok-kelok.

Iran memang negara yang sangat luas dengan lebih dari 1,6 juta kilometer persegi. Hampir seluruhnya daratan. Jaringan jalan raya di Iran adalah salah satu yang terbaik di dunia, dan menghubungkan kota-kota utama, dan kawasan-kawasan luar kota. Pada 2002, Iran mempunyai 178.152 kilometer jalan raya, dan 66 persen beraspal. Tentunya kini sudah bertambah.

Rencananya Iran juga akan meningkatkan panjang jalur kereta api hingga 25 ribu kilometer pada 2025. Saat ini, panjang jalur kereta Iran kurang dari 15 ribu kilometer. Jaringan rel kereta api menyumbang kurang dari 11 persen dari transportasi secara keseluruhan yang melayani 33 juta orang per tahun. Sejumlah kota-kota besar di Iran terhubung dengan moda transportasi kereta ini.

“Dari Yazd bisa menggunakan kereta ke Tehran,” ungkap Saed, pengelola Silk Road Hotel, saat mengetahui saya akan kembali ke Tehran.

Jalan utama di Shiraz.

Tetapi saya akhirnya memilih menumpang bus karena lebih murah dan saya tak buru-buru. Dari Silk Road Hotel di Masjid Jamee Lane, saya menumpang taksi ke terminal bus. Lalu berangkat agak tengah malam ke Tehran. Kali ini saya menumpang bus Asia Safar. Busnya tak kalah bagus dengan Hamsafar meski tarifnya sedikit lebih murah. Sebab Asia Safar ini bus ekonomi.

Lalu di mana bisa membeli tiket bus antar kota? Sebaiknya membeli langsung di terminal bus. Kalau di Tehran ada empat terminal bus. Tergantung kota tujuan. Keempat terminal bus itu, Terminal-e- Gharb (The Western Bus Terminal), Terminal-e- Shargh (The Eastern Bus Terminal), Terminal-e- Jonoob (The Southern Bus Terminal), dan  Terminal-e- Beihaghi (The Beihaghi Bus Terminal). Terminal Beiaghi melayani bus tujuan Mashad, Isfahan, Rasht, Shiraz, Tabriz dan Yazd.***

(398)

14 Komentar

  1. Hai salam kenal Mas Ahmadi..
    Kalau boleh tau kapan jalan2 ke Iran ini dilakukan? Bila setelah DT membuat kebijakan travel banned, apakah ada efek langsung yang mas rasakan, misalnya dalam mengurus visa ke negara selain US.?

    • Ini setahun yang lalu ya. Jadi DT belum terpilih jadi presiden. Dan saat ini saya menggunakan paspor baru. Jadi belum tau ada efeknya. Kalo untuk negara lain sih gak masalah ya. Setelah Iran, saya ngetrip ke Spanyol dan sama sekali gak ada masalah.

  2. Limadha tadhabu ila Teheran?
    Adhabu ila Teheran fil utlah…

    Artinya

    Kenapa anda pergi ke Teheran?
    Saya pergi untuk liburan…

    Haha…

    Btw orang Iran bhs apa yg dipakai?

  3. Makasih infonya, saya Ada rencana ke Tehran desember Ini,tolong infonya yah transportasi dari bandara ke Dizin ski resort apa yah? Karna Klo taxi mahal banget

    • Kalau dari bandara Tehran belum ada transportasi publik. Adanya taksi. Jadi ambil taksi yang bisa sharing tumpangan ke kota terdekat lalu naik kereta.

  4. Maaf mas..bagi informasinya dong. Kalo kita dari bandara imam khomeini ke terminal bus beihaqi kita naik angkutan umum apa ya ?
    Makasih sebelumnya

    • Kalo dari bandara, harus naik taksi. Bisa sharing. Kalo mau murah ya naik taksi sampai stasiun metro terdekat lalu sambung metro ke dekat terminal bus behaqi lalu naik taksi lagi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*