Berenang Sampai Puas di Crystal Lagoon Treasure Bay Bintan

Di akhir pekan, teman-teman di Batam seringkali mengajak liburan akhir pekan. Entah bertualang ke tempat wisata, island hop, atau piknik. Akhir pekan pada akhir Maret lalu, teman-teman mengajak short holiday ke Bintan. Yah, Bintan memang memiliki banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Kali ini tujuannya ke Treasure Bay di Kawasan Wisata Terpadu Lagoi. Tempat wisata ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan dan orang-orang di Kepri, terutama warga Batam, Tanjungpinang, dan Bintan sendiri, antusias untuk liburan ke sana.

Ajakan itu sangat menggiurkan, tetapi membuat galau. Bagaimana tidak, teman-teman merencanakan berangkat ramai-ramai Sabtu pagi. Sementara saya selalu bekerja hingga sore, meski akhir pekan. Inginnya berangkat bersamaan dengan teman-teman supaya seru, tetapi pekerjaan juga tak bisa ditinggalkan begitu saja. Saya memutar otak namun tak menemukan jalan keluar. Maklum, saya termasuk karyawan yang patuh. Lol !

Saya akhirnya pasrah. Kalau bisa ikut, ya saya ikut. Kalau tidak, mungkin lain kali. Meski begitu, saya tetap bersiap-siap. Ransel sudah diisi beberapa keperluan pribadi saat berangkat kerja Sabtu pagi. Saya juga sudah punya Plan B. Kalau tidak bisa pergi bersamaan, saya menyusul sendiri. Toh, saya terbiasa solo traveling ke negara orang. Masa ke Bintan saja tak bisa pergi sendiri. Saat di kantor, teman-teman sudah berada di Pelabuhan Roro Punggur. Mereka menyeberang ke Tanjunguban menumpang roro meski tak membawa kendaraan. Tarifnya murah meriah meski ditempuh satu jam.

 

Treasure-Bay-4

 

Aria dan Dewa juga angkat tangan. Tapi gak senyum!
Aria dan Dewa juga angkat tangan. Tapi gak senyum!

Teman-teman lalu mengabarkan, ada dua teman lainnya yang bakal menyusul. Hati pun senang dan tenang. Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan supaya bisa selesai tengah hari. Eh pekerjaan belum beres juga, sementara dua teman ini sudah menuju Punggur dan menyusul ke Tanjunguban. Plan B akhirnya saya pakai. Menyusul sendiri sekitar pukul 14.00.

Dari Pelabuhan Punggur, saya menumpang speedboat ke Tanjunguban. Ini pertama kalinya saya ke Lagoi melalui Tanjunguban. Tiket speedboat dibeli di dermaga. Jadi di pintu masuk pelabuhan hanya membeli pass pelabuhan lalu masuk ke dalam dermaga. Kalau ke Tanjungpinang, calon penumpang belok kiri dan turun ke ponton. Lalu masuk ke kapal feri yang sudah menunggu. Sementara untuk ke Tanjunguban, langkahkan kaki lurus saja hingga ujung dermaga. Di sana menunggu penjual tiket. Harganya Rp 45 ribu. Lebih murah dibanding ke Tanjungpinang karena jarak Punggur-Tanjunguban memang dekat.

Saya naik ke speedboat yang sandar di ujung dermaga, tetapi tidak langsung berangkat karena menunggu penumpang penuh. Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, speedboat akhirnya berangkat dan melaju membelah laut. Namanya speedboat, ya lajunya kencang. Hanya sekitar 15 menit sudah sampai di Pelabuhan Tanjunguban. Pelabuhan speedboat ini berdekatan dengan pelabuhan untuk roro. Setiba di sana, saya menghubungi teman dan mereka ternyata sedang mengisi BBM mobil yang disewa. Ada dua mobil yang disewa. Saya menunggu di pujasera untuk dijemput. Usai mengisi BBM, teman-teman pun datang menjemput. Senang hati ini. Tak hanya mobil yang perlu diisi bahan bakar, perut juga perlu diisi makanan. Jadi sebelum menuju Lagoi, kami singgah membeli makanan.

 

Cryistal Lagoon.
Cryistal Lagoon.

 

Kayaking di Crystal Lagoon-Treasure Bay.
Kayaking di Crystal Lagoon-Treasure Bay.

Dari Tanjunguban, perjalanan ditempuh sekitar satu jam setengah ke Lagoi. Begitu tiba di mulut gerbang Kawasan Wisata Lagoi, ada sekuriti yang mengecek sebentar. Lalu mobil kami tancap gas ke Treasure Bay. Dari luar, tidak ada yang tampak istimewa dari Treasure Bay. Hanya tampak bangunan biasa. Bangunan itu adalah pintu masuk dan tempat pembelian tiket. Untuk masuk, pengunjung membayar Rp 100 Ribu. Tarif itu termasuk deposit, minuman, dan biaya menggunakan wahana. Berhubung sudah sore, sekitar pukul 16.15 dan seluruh wahana sudah dipakai semua, kami hanya membayar Rp 20 ribu.

Begitu masuk, mata pun terbelalak melihat indahnya Crystal Lagoon. Airnya berwarna hijau tosca. Seperti laut saja. Melihat airnya yang berwana hijau tosca, tak sabar rasanya untuk segera berenang. Crystal Lagoon adalah kolam air laut terluas se-Asia Tenggara. Juga diklaim yang pertama di Asia Tenggara dengan volume air 115.060.000 liter. Airnya bening seperti kristal dan menyehatkan karena air laut yang sudah diolah. Luasnya 6,3 hektar.

Crystal Lagoon salah satu fasilitas dan tempat rekreasi di dalam Treasure Bay, kota resort tepi pantai terpadu yang dibangun dengan luas 338 hektar di Pulau Bintan. Saat ini, pada tahap pertama memang baru ada Crystal Lagoon, The Canopy (Bungalow di tepi Crystal Lagoon, dan restoran di ujung kolam. Namun kawasan ini sudah menyajikan panorama yang tidak hanya natural dan indah, juga berkelas dunia.

Treasure-Bay-6

 

Treasure-Bay-20

Di kolam raksasa ini tersedia berbagai macam wahana, olahraga air, atraksi, dan aktivitas hiburan air lainnya. Di antaranya, stand-up paddle, kayak, waterboats, sports waterpark, bohol wakefest, shotover canyon Swing, dan water ZOVB. Selain itu ada atraksi dan olahraga yang agak ekstrim seperti cable ski, indoor electric Go-Kart, dan bungee jumping.

Tapi kami tak bisa menjajal sejumlah wahana dan olah raga air yang ada. Selain sudah digunakan pengunjung yang lebih dulu datang, tarifnya juga relatif mahal untuk kantong kami. Berenang satu-satunya yang bisa kami lakukan. Apalagi waktu sudah mepet. Pukul 18.00, Treasure Bay bakal tutup. Meski begitu tak mengurangi keceriaan dan kebersamaan.

Kami buru-buru berganti pakaian. Lalu menceburkan diri ke dalam air. Rasanya seperti berenang di pantai sesungguhnya. Airnya asin. Bedanya, di kolam ini tidak ada hewan-hewan laut. Dasar kolam terbuat dari bahan semacam fiber yang aman untuk kaki. Jadi dijamin keamanannya dan tidak perlu takut berenang. Siapa pun bisa berenang, bermain kayak, bersepeda air, atau bahkan berperahu selancar.

Saat berenang, saya melihat beberapa bule mengendarai motor di sekeliling kolam. Motornya tak bersuara. Kendaraan yang beroperasi di sekitar Cyristal Lagoon memang dibuat ramah lingkungan. Kendaraan beroda seperti segway, motor, dan mobil menggunakan tenaga listrik. Kapal ferry kecil yang bisa ditumpangi pengunjung juga menggunakan tenaga sinar matahari.

 

Wake Board.
Wake Board.

 

Wake Board di Crystal Lagoon-Treausere Bay.
Wake Board di Crystal Lagoon-Treausere Bay.

Teman-teman saya yang rada “gila” begitu asik berenang dan bermain air. Berenang sambil direkam. Berfoto hingga ke dasar kolam. Joget dangdut. Lalu lupa waktu kunjungan di Treasure Bay sudah mau berakhir. Seorang teman mengingatkan dan kami bergegas mengambil barang bawaan dan menuju bagian ujung kolam. Di ujung kolam itu ada restoran atau bar, The Patio Bar and Restaurant. Sebelahnya, tempat mandi sekaligus ganti pakaian. Tapi kami bukan mau kongkow-kongkow dan makan di restoran. Kami mau mandi dan ganti pakaian.

Sebelum restoran, ada puluhan tenda berdiri di tepian kolam, The Canopy. Hotel berbentuk tenda dan kesannya romantis. Cocok buat yang bulan madu dan keluarga yang mau kemping. Hotel tenda ini dilengkapi fasilitas yang mewah seperti AC, televisi, jacuzzi, dan wifi. Tak bisa menikmati suasana di dalamnya, teman-teman pun dengan hati berbunga-bunga menikmati dari luar. Terutama yang cewek-cewek. The Canopy tak luput jadi lokasi ‘pemotretan’.

Usai acara pemotretan sesaat, kami melanjutkan ke tujuan akhir. Mandi dan ganti baju. Pakaian basah disimpan dalam kantong plastik dimasukkan ke tas lalu menuju pintu keluar Treasure Bay. Tapi rasanya acara pemotretan tak kunjung selesai. Lagi-lagi, langkah terhenti. Melihat pemandangan bagus sedikit langsung jepret. Foto ramai-ramai dengan berbagai macam gaya. Nyala lampu kemudian mengingatkan malam sudah datang dan waktunya pulang. (*)

 

Treasure-Bay-13

 

Treasure-Bay-18

 

Peta Treasure Bay (sumber foto The Canopy)
Peta Treasure Bay (sumber foto The Canopy)

 

Begini suasana Treasure Bay jika sudah komplit. (sumber foto Treasure Bay)
Begini suasana Treasure Bay jika sudah komplit. (sumber foto Treasure Bay)

 

(2276)

13 Komentar

  1. yang di sayangkan makanan dan minumannya mahal banget nih. jadi kalau deposit permainan masih ada sisa, mau gak mau musti di tukar makan dan minuman. he he

  2. Hai semua ..
    Nama saya rahmad, saya tinggal di bintan. Buat tman2 yg ingin tau info tentang bintan saya siap membantu teman2 smuanya..

    Slamat berkunjung ke pulau bintan
    Enjoy Bintan

    Trima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*