Terih, Kampung Wisata Kekinian di Batam

Pemandangan menakjubkan dari ketinggian tersaji saat sampai di gapura Kampung Tua Terih, Nongsa, Batam. Pemandangan dari bukit itu menyajikan pantai dan hutan mangrove di bawah. Teluk dan bangunan-bangunan di Batam Center yang seperti kotak-kotak di seberang lautan.

Turun ke bawah mengikuti jalan beton yang lurus sejauh 500 meter, Kampung Wisata Terih sudah di depan mata. Kampung wisata ini baru saja dibuka November tahun lalu dan menjadi destinasi wisata baru di Batam. Konsep kampung dan memadukan dengan pantai serta hutan mangrove membuat Kampung Wisata Terih langsung menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terutama orang-orang kekinian yang gemar membagikan foto narsis mereka di Instagram.

Kampung Wisata Terih dikelola Komunitas Pari Batam, Pok Darwis Nongsa, dan Genpi Batam. Sebelum masuk ke area kampung wisata, pengunjung harus membayar tiket masuk. Jadi sebelum menikmati suasana dan wahana di dalam Kampung Wisata Terih, berhenti dulu di ujung jalan. Tiketnya tidak mahal. Cuma Rp 5.000 dan parkir motor Rp 1.000.

Memasuki area kampung wisata, pondok-pondok dan penjual makanan kecil dan minuman menyambut. Memang di kampung wisata ini setiap pekan ada Pasar Mangrove. Didukung Kementerian Pariwisata. Suasananya benar-benar seperti di kampung. Dari pasar, kaki melangkah masuk lebih dalam. Melewati tepian laut dengan pohon mangrove yang melindunginya dari abrasi. Di kampung wisata ini, hutan mangrove menjadi salah satu tujuan wisata.

Di antara hutan mangrove itu, ada jembatan sepanjang lebih dari 200 meter. Dibangun tanpa merusak hutan mangrove. Pengunjung ramai yang jalan meniti jembatan. Sesekali mereka berhenti untuk berfoto. Di beberapa tempat, ada area berfoto yang sudah dipercantik dengan hiasan topi atau payung.

Masuk lebih dalam lagi, setelah melewati jalan dengan pondok-pondok di sisi kanan, pengunjung makin ramai. Tidak hanya anak-anak zaman now, bahkan ibu-ibu gaul. Mereka antre untuk masuk dan berfoto di spot selfie. Ada rumah pohon bertingkat tiga setinggi 17 meter. Meski tinggi dan harus menjejak tangga kayu, pengunjung rela menunggu giliran untuk berfoto. Rumah pohon ini dihiasi payung warna-warni sehingga makin indah. Sangat instagramable!

Tepat di sebelahnya, spot selfie lainnya menawarkan suasana yang berbeda. Ada jembatan kecil bercat warna putih dengan latar belakang rerimbunan pohon mangrove. Di ujung jembatan, ada bangku panjang seperti di taman. Payung dan topi lebar disediakan sebagai properti berfoto. Di spot ini semakin sore makin ramai. Pengunjung pun hanya diberi waktu lima menit untuk berfoto karena banyak yang menunggu giliran. Setelah berfoto, pengunjung sebaiknya membayar seikhlasnya. Ada kotak yang sediakan.

Kalau ingin bebas berfoto, jembatan di dalam hutan mangrove juga menarik. Sekaligus tempat bersantai dan mengenali jenis-jenis pohon mangrove. Menjelang petang, sebaiknya bergegas ke pelantar kayu yang menjorok ke laut sepanjang 75 meter. Ini adalah spot terbaik untuk melihat pemandangan pada sore hari menjelang matahari tenggelam. Kaki langit Batam Center jadi pemandangan utama dan tentunya semburat matahari tenggelam.

Di sebelahnya ada sepotong pantai berpasir di antara rerimbunan phon mangrove. Di tepi pantai ini pengunjung bisa kemping. Bahkan di antara pohon-pohon mangrove. Pengunjung bisa bawa tenda sendiri atau menyewa tenda yang disediakan pengelola. Sambil kemping, pengunjung bisa bakar-bakar ikan. Jadi bakal membuat acar kemping makin seru.

Selain berfoto dan kemping, pengunjung bisa juga melakukan aktivitas-aktivitas lainnya di Kampung Wisata Terih. Bagi yang suka memancing, tersedia fasilitas dan perahu untuk memancing. Kalau mau kayaking atau canoing, tersedia kayak dan cano.

Nah bagi pecinta alam dan mau jelajah mangrove juga tersedia. Dengan menggunakan perahu tradisional, pengunjung akan berkeliling hutan mangrove. Jadi menghabiskan waktu cuma sehari di sini tidak bakalan cukup. Datanglah di lain hari!

(326)

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.