Trip ke Malaysia: Pertama Kali ke Luar Negeri

Trip ke Malaysia adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri. Trip ini sebenarnya terjadi dua puluh tahun lalu. Ya, tepat tahun 2026 ini perjalanan pertama saya ke luar negeri genap 20 tahun berlalu. Jadi sudah lama sekali, tetapi selalu diingat.
Sejak kecil, saya memang sudah bermimpi untuk keliling dunia. Bercita-cita menjejakkan kaki di berbagai negara. Terinpirasi dengan paman yang bekerja di kapal pesiar, kemudian suka mengamati peta dunia di sekolah.
Mimpi itu terwujud setelah pindah ke Batam dan menetap di kota ini. Tak disangka, Batam sangat dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Ini seperti tanda-tanda dan semesta mendukung. Apalagi Batam dan negara tetangga mudah diakses dengan kapal ferry.
Untuk liburan pun tidak perlu visa. Saya buatlah paspor. Kala itu, pembuatan paspor tidak semudah sekarang. Harus datang pagi-pagi untuk mendapatkan nomor antrian dan membawa setumpuk dokumen yang dibutuhkan. Prosesnya pun bertahap, dua atau tiga kali kedatangan, kemudian paspor jadi.
Beberapa minggu setelah punya paspor, saya diajak pelesiran ke Johor Baru, Malaysia. Tentu saja mengiyakan. Semua transportasi dan akomodasi sudah dipesan. Jadi saya ngikut saja dan cukup bawa paspor, pakaian, dan tentu saja uang jajan.
Kami berangkat dari Pelabuhan Batam Centre ke Stulang Laut, Johor Baru. Perjalanan waktu itu, masih lebih cepat. Hanya satu jam lebih sedikit. Perjalanan rasanya menyenangkan tetapi sekaligus mendebarkan. Karena ini pertama kalinya ke luar negeri.
Untungnya saat di konter imigrasi hanya ditanya mau ngapain di Johor. Prosesnya cukup cepat dan saya pun sudah resmi menjejakkan kaki di luar negeri, di Malaysia. Rasanya plong dan sangat antusias buat segera jalan-jalan.
Kebetulan, saat itu, Danga Bay baru saja dibuka. Meski belum banyak apa-apa di sana. Dari sini, kami mulai menjelajahi Johor Baru. Dibawa naik kapal kayu -seperti kapal pinisi- melintasi Selat Johor. Selat yang memisahkan Malaysia dan Singapura.
Kapal itu memang untuk pesiar dan paketnya dijual untuk wisatawan. Pesiar dimulai sore, saat matahari makin turun. Di kapal kami dijamu dengan minuman dan camilan sembari melihat pemandangan Kota Johor Baru. Melihat bangunan-bangunan bersejarah seperti Istana Sultan Johor dan Masjid Sultan Abu Bakar.

Pesiar ditutup dengan makan malam saat sunset. Lampu-lampu di Johor sudah mulai menyala dan di barat sana, matahari kuning kemerahan. Suasananya sangat intim dan saya sangat menikmati. Sungguh awal perjalanan yang luar biasa.
Malamnya, kami ke hotel dan tidak perlu mencari makan malam lagi karena kekenyangan saat pesiar tadi. Kami langsung ke kamar masing-masing. Badan yang cukup lelah, membawa ke kasur yang empuk dan tertidur. Jujur, itu juga pertama kalinya saya menginap di hotel.
Keesokan harinya, kami menyempatkan keliling pusat kota Johor Baru setelah sarapan. Tak disangka, kami juga dibawa ke Istana Sultan Johor. Saya memang tidak tahu itinerary trip ini karena saya mengikut saja. Namanya orang baru, saya antusias saja dibawa ke mana pun.
Sekitar pukul 10.00, kami tiba di depan istana. Bangunan yang kemarin saya lihat dari laut, sekarang sudah di depan mata. Lokasinya di perbukitan dengan taman yang indah. Menghadap ke Selat Johor. Memperlihatkan lanskap yang indah berbatasan dengan Singapura
Istana Besar ini adalah istana kerajaan resmi Kesultanan Johor. Dibangun pada tahun 1866 oleh Sultan Abu Bakar, bangunan ini menampilkan perpaduan arsitektur Anglo-Melayu yang harmonis dengan kubah dan elemen Melayu.
Kami mendapat kesempatan melihat beberapa koleksinya. Tetapi cukup melihat-lihat saja. Tidak boleh memotret. Saya terkesima melihat koleksi-koleksinya. Apalagi sejarah kesultanan ini terhubung dengan asal-usul saya sebagai orang Bugis dari Kerajaan Luwu. Membuat saya antusias membaca sejarahnya.
Menjelang tengah hari, kami menyudahi kunjungan di istana. Perut juga sudah mulai bersuara. Meminta haknya untuk diisi. Kami kembali ke Danga Bay dan makan siang di sana. Kami makannya santai saja karena masih cukup banyak waktu sampai saatnya kembali ke Batam.
Setelah trip pertama ini, rasanya seperti candu. Rasanya ingin segera melakukan perjalanan lagi ke negara lainnya. Tetapi ternyata, beberapa bulan kemudian, saya diajak lagi ke Malaysia. Hanya saja tujuannya ke Kualalumpur. Barulah setahun kemudian, saya traveling ke Singapura. (*)
(7)
Related Posts
Liburan di Johor, Main di Legoland hingga Belanja di JPO
Jadwal Ferry dari Batam ke Johor Baru
Sunway Lost World of Tambun, Tempat Rekreasi sekaligus Cinta Alam
About Author
ahmadi sultan
Penggemar traveling, backpacking, dan musik. Senang belajar budaya, sejarah, dan geografi. Lahir dan tumbuh di desa kecil yang indah. Menyelesaikan pendidikan di Kota Makassar. Kini menetap di Batam, Kepulauan Riau.