Menikmati Keindahan Anambas di Tarempa

Tanjung Momong

Kepulauan Anambas punya sejuta keindahan yang ditawarkan. Hanya saja, untuk mengeksplore keindahannya butuh effort. Mulai dari transportasi menuju Anambas yang tidak murah dan butuh waktu yang panjang hingga transportasi di Anambas itu sendiri.

Di Anambas tidak ada tranportasi umum. Masyarakatnya pada umumnya punya kendaraan pribadi. Jadi wisatawan harus menyewa motor atau mobil. Mengelilingi pulau-pulau utama di Anambas pun lebih efektif dan lebih murah dengan menyewa motor, meski tidak semurah di Batam atau Bali.

Di beberapa website disebutkan sewa motor Rp 75 ribu per hari. Tetapi setelah menghubungi beberapa kenalan dan penyewaan motor ternyata harganya sudah naik. Ditawar-tawar barulah dapat harga Rp 100-an ribu per hari. Itu tidak termasuk BBM. Harga sewa mobil pasti lebih mahal lagi.

Namun mahalnya harga sewa kendaraan di Anambas terbayar dengan pemandangan yang ditawarkan. Saat masih di pesawat, keindahan Anambas sudah membuat mata terbuka lebar. Terlihat pulau-pulau dikelilingi air laut hijau toska dan menjelang mendarat, tersaji pantai dengan pasir putih yang sangat panjang.

Hari pertama di Anambas, kami lebih dulu ke Pulau Siantan. Pulau utama dan tempat ibukota Anambas. Pulau ini memiliki perpaduan panorama yang menarik. Dari lanskap perbukitan, pasir pantai berwarna putih lembut, hingga keindahan bawah laut yang membuat takjub.

Jika ingin terlepas sejenak dari kepenatan kerja dan ingin menghadiahi diri dengan sedikit kebebasan, Tarempa bisa menjadi salah satu pilihan. Ibukota Kabupaten Anambas ini memiliki panorama yang siap memanjakan mata. Cukup duduk di kafe tepi pantai atau di perbukitan untuk menikmati pemandangan yang indah.

Saya sendiri pada hari kedua hanya di hotel saja dari pagi sampai sore. Sementara teman-teman yang lain sudah menjelajahi Tarempa. Ibukota ini sangat kecil sehingga bisa dikelilingi dalam sejam saja. Tidak perlu takut nyasar karena jalanan hampir tidak bercabang.

Tarempa

Sore-sore setelah menyelesaikan pekerjaan, saya dan seorang teman pergi ke warung kopi di dekat pasar dan membaur dengan warga lokal. Apalagi habis hujan, membuat kopi terasa nikmat. Teman-teman yang sedang menjelajahi sudut Tarempa lainnya membagikan foto di grup WhatsApp dan membuat iri rasanya.

Di seputaran Tarempa ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi. Paling dekat Batu Tompak Tiga yang berada diujung jembatan SP dan dekat masjid raya Anambas. Juga Taman Batu Lepe. Kedua objek wisata ini terbilang baru dibangun.

Kawasan Wisata Batu Tompak Tiga dibangun dengan konsep taman dengan ikon batu yang tersusun tiga sebagai pusatnya dan menghadap ke barat. Lokasi ini sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai, berfoto-foto, dan melihat pemandangan sunset yang menakjubkan.

Sementara Batu Lepe di seberangnya berupa panggung dan dermaga dengan gazebo di sudutnya. Di tepi laut berjejer batu-batu raksasa yang datar dan jadi tempat santai melihat laut dan sunset. Tempat ini paling pas melihat sunset karena benar-benar menghadap ke barat.

Jika ingin berenang, tidak jauh dari Batu Lepe ada Tanjung Momong. Di sini ada pantai tapi sangat pendek. Lalu ada dermaga yang menjorok ke laut. Cocok untuk tempat berenang. Warga setempat biasanya hanya membuka baju lalu melompat ke laut untuk berenang. Kami pun mengikutinya.

Di Tanjung Momong ada dive centre. Mereka menawarkan paket belajar diving hingga diving ke spot-spot yang indah di Anambas. Hanya saja kami belum tertarik karena memprioritaskan agenda island hop dan snorkeling. Dua aktivitas yang mesti dilakoni saat di Anambas.

Pusat Tarempa

Usai berenang di Tanjung Momong, kami ke Air Terjun Temburun. Penamaan ini berasal dari letak air terjun yang berada di Desa Temburun, Siantan Selatan. Jadi bukan di Tarempa lagi. Untuk mencapai lokasi air terjun, bisa dijangkau dengan sepeda motor, meskipun medan yang dilalui cukup ekstrem.

Rutenya melewati kampung Baru, Bukit Tengkorak, Kampung Tengah hingga Desa Rintis. Selain itu, bisa juga menempuh jalur perairan. Dari Tarempa menuju Dermaga Desa Temburun kemudian perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki. Tetapi bermotor lebih cepat dan efektif. Bisa sampai ke tingkat paling atas Air Terjun Temburun.

Air terjun Temburun memiliki tujuh tingkat. Kami mulai dari tingkat pertama. Akses menuju Air Terjun Temburun terbilang sulit karena curam. Namun semua akan terbayar ketika merasakan segarnya air tawar yang mengalir deras dari puncak air terjun. Pada tingkat ke tujuh kita bisa melihat laguna dan pantai yang mempesona.

Malamnya kami berkumpul semua dan makan di dekat Jembatan SP yang menjadi jalur utama di Tarempa. Di ujung jembatan itu sebenarnya banyak kafe. Ada yang berdiri di atas laut, ada juga yang berada di puncak bukit. Hanya saja, kami tidak membawa kendaraan. Sehingga cukup di warung tenda depan Terempak Beach Hotel.

Di Anambas, mencoba makanan lautnya sangat direkomendasikan. Selain harganya lebih murah, seafood-nya juga segar-segar. Ikannya mulai harga Rp 25 ribu. Ukurannya besar sehingga kami berbagi. Hanya dibakar dan disajikan dengan sambal, rasanya benar-benar nikmat. (*)

(257)

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.