Liburan di Labun Island Resort

Labun Island Resort mungkin belum terlalu familiar bagi masyarakat Batam. Tetapi bagi warga negara Singapura resort di Pulau Labun ini salah satu tempat wisata akhir pekan. Pulau wisata yang menawarkan penyelaman jauh dari kehidupan kota yang sibuk dan tempat melepaskan dahaga vitamin sea.

Saya sendiri mengetahui Pulau Labun dari teman sekitar tahun 2016. Padahal pulau yang dikelola sebagai resort ini sudah sejak tahun 2008. Pertengahan tahun lalu, bersama tiga teman saya akhirnya bisa mengunjungi Labun Island Resort setelah mendapatkan harga promo.

Pulau Labun terletak di seberang Pulau Galang Baru, Barelang. Untuk ke Pulau Labun ini kita harus melewati 6 jembatan Barelang dan melintasi 5 pulau. Lalu perjalanan ke pulau ini akan dilanjutkan dengan menyeberang dari pelabuhan milik Pulau Labun Resort menggunakan perahu cepat sekitar 10 menit.

Perjalanan dari Batam Centre ke Pulau Galang Baru sekitar satu jam dengan mobil. Setelah beberapa kilometer dari jembatan 6, ada plang dengan tulisan “Labun Island” di kiri jalan. Sementara pelabuhan penyeberangan ada di sisi kanan jalan.

Labun Island Resort

Mulanya saat menemukan plang itu dan melihat ke kanan jalan, agak membingungkan karena gerbang menuju pelabuhan terkunci dan ada tulisan “dilarang masuk”. Tetapi itulah sebenarnya pintu masuk ke Pulau Labun. Jadi sebelum berkunjung sebaiknya lakukan reservasi dan telepon pengelolanya saat mendekati jembatan 6.

Seorang karyawan Labun Island Resort membukakan pintu dan kendaraan kami mengikuti jalanan yang menuntun ke arah pelabuhan. Ternyata di dalamnya ada rumah, tempat usaha, dan restoran si pemilik. Kami memarkir kendaraan di dekat rumah itu dan menanyakan perahu yang akan membawa ke Pulau Labun.

Setelah ditelepon, speedboat datang menjemput. Hanya kami saja berempat dan perahu pun melaju menuju Pulau Labun. Pulau Labun salah satu pulau kecil dengan luas sekitar satu kilometer persegi. Bentuknya memanjang seperti Pulau Jawa. Pulau imut itu dibalut dengan berbagai aktivitas water sport dan pemandangan yang menarik.

Ada penginapan dengan panorama laut dan pulau-pulau. Termasuk pemandangan bukit Kandap. Penginapan berupa kelong di atas air itu berdiri berjejer dan dihubungkan dengan pelantar beton. Deretan kelong itu menjadi pemandangan pertama yang terlihat saat mendekati Pulau Labun.

Labun Island Resort

Rasanya sangat antusias melihat pemandangan itu dan ingin segera melihat kamar yang kami pesan. Kamar-kamar itu diisi satu tempat tidur queen dan dua tempat tidur single. Makanya kami hanya memesan satu kamar saja. Di kamar juga tersedia AC, televisi, kipas angin, air mineral, handuk, dan kamar mandi.

Dengan semua fasilitas itu ditambah sarapan pagi, kami membayar hanya Rp 800 ribu per malamnya untuk 4 orang. Normalnya 1 jutaan untuk kapasitas 2 orang. Pada saat tertentu seperti malam tahun baru pengelola Labun Resort juga menyediakan glamping untuk kapasitas 2-3 orang.

Di Pulau Labun juga tersedia restoran terbuka dengan berbagai hidangan laut segar. Restorannya luas dengan pemandangan Pulau Galang Baru. Kemudian ada lima Gazebo Huts untuk beristirahat dan bersantai di tepian laut. Dua spot pantai, pantai terendam dan pantai pasir putih untuk mengakomodasi aktivitas tamu.

Selain tempat bersantai dan refreshing, Labun Island Resort juga tempat yang cocok untuk melepaskan dahaga vitamin sea. Tersedia paket diving dan snorkeling, banana boat, kayak, dan jet ski. Kalau takut beraktivitas di air bisa mencoba panahan dan board game.

Kami hanya mencoba snorkeling yang termasuk paket menginap. Wisatawan tidak perlu repot-repot menyelam jauh-jauh untuk menyaksikan alam bawah laut Pulau Labun. Cukup menyelam di pinggiran laut dan tersaji beragam bentuk terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang berwarna warni.

Labun Island Resort

Hanya saja aktivitas snorkeling tidak bisa dilakukan setiap saat. Waktu terbaik adalah saat air pasang siang hari hingga menjelang sore. Tetapi cukuplah melepaskan dahaga vitamin sea. Setelah snorkeling kami membersihkan badan dan bersiap untuk melihat sunset di ujung barat pulau.

Di ujung barat pulau itu ada dibangun restoran dengan gaya Bali. Tetapi belum selesai. Di situlah kami duduk menanti matahari tenggelam. Deburan ombak dan suasana yang tenang benar-benar menghanyutkan. Hingga kemudian matahari mendekati cakrawala dan tenggelam.

Seketika malam mulai datang dan pulau menjadi gelap. Kami meninggalkan ujung pulau dan kembali ke restoran utama. Kami meminta disedakan makan malam yang telah dipesan siang tadi. Sebentar saja, makanan sudah terhidang di meja. Makanan lautnya segar-segar karena langsung diambil dari keramba.

Labun Island Resort

Usai makan, kami kembali ke kamar. Ngobrol-ngobrol sambil makan kuaci di teras. Lalu berpindah ke kelong. Di kelong ini pengunjung bisa memancing ikan atau cumi. Kami duduk-duduk di kelong itu dan mengamati cumi dengan senter. Namun angin yang bertiup makin kencang membuat kami tak sanggup bertahan lebih lama.

Kami kembali ke kamar dan tidur. Kamarnya cukup lega meski kami berempat. Dan semuanya mendapat tempat tidur. Saya berbagi tempat tidur dengan teman cowok. Sementara dua teman lainnya masing-masing mendapat single bed. Tidur pun jadi pulas dan tak terasa sudah pagi.

Hari kedua di Pulau Labun, kami lebih banyak mengeksplore pantainya, keliling pulau, dan bersantai di gazebo. Oh ya, di pulau ini ada titik tertingginya juga. Di bukit itu bisa melihat pemandangan di sisi selatan pulau. Bagi yang suka berfoto untuk medsos, tempat itu sangat cocok.

Labun Island Resort

Labun Island Resort

Pada kondisi normal, Labun Island Resort menawarkan paket menginap 2D1N dengan harga Rp 650 ribu untuk 2 orang lokal, sementara warga negara asing (WNA) membayar RM 465 atau SGD 160. Lalu paket menginap 3D2N Rp 1,3 juta untuk 2 orang lokal dan RM 765 atau SGD 260 untuk WNA.

Paket itu termasuk transportasi dari dermaga ke Pulau Labun (PP), snorkeling dan peralatannya serta instruktur berpengalaman, kayak, dokumentasi bawah laut, permainan balon air, banana boat dan fishing (khusus WNA), dan makan 6-7 kali.

Selain itu ada paket one day trip seharga Rp 250 ribuan untuk warga lokal. Paketnya termasuk transportasi dari dermaga ke Pulau Labun (PP), welcome drink, makan siang, snorkeling dan peralatannya serta instruktur berpengalaman, dokumentasi bawah laut.(*)

(102)

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.