Seseruan di Desaru Coast Adventure Waterpark Malaysia

Desaru tidak begitu populer bagi pelancong Indonesia bila dibandingkan dengan Legoland. Padahal kawasan wisata di bagian tenggara Johor, Malaysia, ini menawarkan panorama yang lebih ciamik. Pantai yang menghadap Laut China Selatan, hotel-hotel berbintang dan resort yang mewah, dan terbaru Desaru Coast Adventure Waterpark.

Desaru adalah kota kecil di Bandar Penawar. Letaknya di Pengerang, Distrik Kota Tinggi, Johor. Kota ini terkenal dengan pantainya yang alami di samping Laut Cina Selatan. Pantai Desaru adalah tempat yang sangat terkenal bagi turis, kebanyakan dari Singapura dan juga, penduduk setempat. Ini adalah salah satu pantai terbaik di sekitar Johor.

Karena itu sejak lama Desaru dikenal sebagai kawasan resor pantai di Semenanjung Malaysia. Ada banyak kegiatan tersedia untuk semua usia. Ya salah satunya Desaru Coast Adventure Waterpark. Saya pertama kali mengunjungi Desaru sekaligus mengunjungi Desaru Coast Adventure Waterpark saat mengikuti Desaru Coast Adventure Water’s Familiarization Trip 28 Oktober 2018 lalu.

Kami berangkat dari Pelabuhan Batam Center atau Terminal Ferry Batam Center. Ada 30-an orang yang ikut. Kebanyakan pemilik agen tour dan travel di Batam. Acun Tan dari Prima Tour and Travel yang memimpin rombongan. Meski berangkat dari Pelabuhan Batam Center, tetapi pelabuhan tujuan di Johor adalah Puteri Harbour di Kawasan Iskandar.

Rute ini baru saja dibuka setelah rute Harbourbay – Puteri Harbour tidak lagi beroperasi. Kami menumpang ferry Dolphin yang juga baru beroperasi. Perjalanan dari Pelabuhan Batam Center ke Puteri Harbour sekira satuj jam 45 menit. Di Puteri Harbour sudah menunggu bus dari Orchid Dynasty Travel and Tour. Agen travel inilah yang mengatur perjalanan kami selama di Johor.

Bus langsung berangkat menuju Desaru. Menurut cerita guide, Desaru itu dulunya desa atau kampung. Di tepian pantai desa itu banyak tumbuh pohon kasuarina atau Ru dalam bahasa setempat. Karena banyaknya pohon Ru maka nama kampung itu pun menjadi Desaru.

Perjalanan darat dari Puteri Harbour kira-kira ditempuh satu jam 30 menit. Saya manfaatkan untuk tidur sejenak karena begadang semalam. Tetapi tak kunjung tertidur karena penasaran melihat suasana tempat-tempat yang dilewati. Perjalanan ini melewati Gelang Patah, Kangkar Pulai, Senai, Ulu Tiram, Sungai Johor, hingga sampai di Bandar Penawar.

Begitu memasuki Bandar Penawar, suasana asri sudah terlihat. Kemudian pantai berpasir putih yang dibatasi hotel-hotel dan resort. Meski banyak pantai yang sudah masuk kawasan hotel dan resort, masih ada pantai publik yang bisa dikunjungi. Itulah Pantai Desaru.

Tidak jauh dari Pantai Desaru terlihat hotel dan resort mewah seperti The Westin Desaru Coast Resort, Anantara Desaru Coast Resort and Villa, dan Hard Rock Hotel Desaru Coast. Pengemudi bus membawa kami masuk ke kawasan Hard Rock Hotel. Persis di belakang Hard Rock Hotel itu memang Desaru Coast Adventure Waterpark berada. Jadi mungkin mereka berpikir pengunjung bisa lewat, tetapi ternyata tidak bisa. Kecuali penghuni hotel.

Bus memutar kembali dan mencari jalan masuk Desaru Coast Adventure Waterpark. Tidak sampai 10 menit bus kami sampai di tempat parkir Desaru Coast Adventure Waterpark yang relatif luas. Pintu masuk Desaru Coast Adventure Waterpark berhadapan dengan Desaru Riverside. Di sebelah kiri ada loket penjualan tiket.

Harga tiket reguler full opening one day MYR 128 (untuk orang dewasa) dan MYR 96 (untuk anak-anak dan senior). Waktu kami berkunjung masih promosi jadi tiketnya hanya 75 MYR. Tiketnya berupa gelang kertas. Dengan tiket itu, bisa mencoba semua wahana. Tunjukkan tiket itu saat masuk.

Ada dua jalur masuk. Jalur tanpa bawaan tas dan jalur dengan bawaan tas. Setelah melewati gerbang berupa gapura dengan atap segitiga, di depan mata sudah terlihat wahana Swinging Ship. Perahu ayun di zona 1 Penawar Falls. Jadi Desaru Coast Adventure Waterpark terbagi lima zona. Zona 2 Penawar River, zona 3 Shipwreck Reef, zona 4 Tidal Wave Beach, dan zona 5 Kids Ahoy.

Dari pintu masuk memang sebaiknya memulai dengan Swinging Ship. Naik taman bertema klasik Swinging Ship cukup menantang karena penumpang kapal bajak laut replika ini bisa berayun hingga 180 derajat kedua arah. Dijamin, penumpang semuanya teriak. Meski begitu, disenangi anak-anak hingga orang dewasa.

Nah buat yang tidak sanggung naik Swinging Ship, cukup menyaksikan kapal yang berayun-ayun dan pemandangan air terjun. Penawar Fall memiliki tiga air terjun yang meluncur dari tebing batu setinggi 13 meter. Meski hanya buatan, tetap menarik untuk dilihat.

Dari situ, bisa melanjutkan ke zona Penawar River. Pada ketinggian 350 meter, Penawar River yang panjang dan melingkar terlihat berada di tengah pemandangan alam yang subur dan suasana desa nelayan. Di sungai buatan ini mengalir air yang jernih. Pengunjung menikmatinya dengan menyusuri sungai menggunakan ban pelampung.

Di antara Penawar River terdapat empat seluncur air raksasa yang populer. Wild Whirl, Super Twister, Riptide dan The Tempest. Di The Super Twister membuat adrenalin terpacu karena seluncuran ini membawa seperti ulang-alik dalam corong dan terowongan. Tak heran kalau teriakan-teriakan pengunjung yang seseruan.

Buat penggemar pantai, ada juga pantai buatan di sini. Atmosfernya mirip. Air laut yang berwarna biru, ombak yang mengalun, dan tepian pantai untuk bersantai. Semua itu bisa ditemukan di Tidal Wave Beach. Katanya, Tidal Wave Beach ini salah satu kolam ombak terbesar di dunia yang berisi lebih dari empat juta galon air di kolam seluas hampir tiga hektar.

Para pengunjung bisa bersantai dalam kemewahan dan menikmati pemandangan ombak dari Beachside Cabanas. Atau bersantai di sepanjang garis pantai berpasir sepanjang 170 meter di Pantai Tidal Wave. Suasananya, seolah berada di pantai yang sesungguhnya. Jadi kalau tidak bisa menikmati pantai asli di sepanjang Desaru Cost, ya datang saja ke sini.

(137)

23 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.