Kuliner yang Harus Dicoba saat Traveling di Kepri

Roti Jala

Jalan-jalan ke satu tempat pasti dong butuh makan. Kalau gak makan bakalan kelaparan. Makanya jalan-jalan itu satu paket dengan kulineran. Tidak sah rasanya kalau tidak mencicipi makanan khas daerah setempat. Begitu juga kalau jalan-jalan ke Kepulauan Riau (Kepri). Terutama Batam.

Kepulauan Riau sangat terkenal dengan masakan khas Melayu. Banyak ragamnya. Ada yang mirip dan berbeda tiap kota/kabupaten. Apalagi Kepri berupa kepulauan. Saking beragamnya, pasti dong bingung memilih makanan apa yang bisa mewakili atau ikonnya gitu.

Kalau versi masing-masing traveler atau travel blogger Kepri pasti ada. Tetapi versi chef juga ada. Nah versi chef inilah yang saya bahas kali ini. Para chef di Batam, namanya Indonesian Chef Association (ICA) Batam, sudah memilih makanan yang menjadi 10 Ikon Kuliner Melayu Kepri.

Ceritanya, Juni lalu, para chef di Batam menggelar acara penetapan 10 Ikon Kuliner Melayu Kepri di Harris Hotel Batam. Waktu itu Chef Juna juga hadir sebagai ambassador dari ICA. Dari ratusan makanan Melayu Kepri yang disajikan, akhirnya 10 menu kuliner melayu ini yang dipilih. Mau tau apa saja makanan itu? Yuk disimak!

Otak-Otak

Pasti dong sudah pada tau otak-otak. Di Kepri, setiap daerah memiliki otak-otak yang khas seperti otak-otak ikan, otak-otak sotong, dan otak-otak tulang. Pada umumnya orang lebih mengenal otak-otak ikan. Otak-otak ikan makanan terbuat dari daging tenggiri cincang yang dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang.

Tetapi ada juga yang membuat otak-otak dari jenis ikan lainnya. Otak-otak tulang khas Seinam Kijang, Bintan, yang menggunakan ikan-ikan karang yang didapat dari nelayan setempat. Ikannya diolah bersama bumbu-bumbu, lalu dibungkus dengan daun kelapa. Kemudian dibakar sampai matang. Saat proses pembakaran, aromanya sudah sangat menggoda.

Otak-otak Tulang (foto:Afrizal)

Otak-otak tulang sangat digemari karena mempunyai cita rasa khas yang berasal dari bumbunya sendiri. Orang Bintan sangat merekomendasi untuk mencicipi otak-otak terbaik yang ada di Kelurahan Seinam, Kecamatan Bintan Timur, ini. Kelurahan ini memang terkenal sebagai sentra penjualan otak-otak di kawasan Kijang.

Setiap akhir pekan selalu menjadi tujuan wisatawan kuliner baik dari seputaran Bintan maupun Tanjungpinang. Jadi tak heran kalau dalam sehari pada hari Sabtu atau Minggu bisa ludes lebih dari tiga ribu bungkus. Kalau di Batam lebih mudah lagi mencari otak-otak. Bahkan bisa buat oleh-oleh. Salah satunya Mamma Otak-Otak yang punya beberapa outlet.

Luti Gendang

Luti gendang adalah kuliner khas Anambas yang dibuat dari olahan tepung terigu, santan, telur, gula dan ibu roti. Ditaburi dan diisi dengan olahan ikan tongkol, cabai, bawang putih dan bawang merah untuk penambah kelezatan dari luti gendang ini. Rasanya sungguh enak!

Nama luti gendang ini pertama kali disebut oleh seorang juru masak peranakan China Melayu Anambas. Pada mulanya bernama roti gendang. Tetapi kebanyakan orang Tionghoa tidak bisa menyebutkan kata roti dengan sempurna maka jadilah sebutan luti gendang. Nama gendang sendiri diambil dari bentuk luti (roti) ini tadi yang berbentuk seperti alat musik gendang.

Teman dari Italia di Mi Tarempa

Luti gendang bisa ditemukan di semua warung atau kedai di daerah Anambas. Bahkan luti gendang inipun juga bisa ditemukan di kota-kota besar lainnya di Kepri seperti Batam dan Tanjungpinang. Dari Batam lah, kudapan khas dari Anambas ini terkenal. Malah sekarang sudah jadi oleh-oleh juga.

Saya paling suka menikmati luti gendang di Mi Tarempa Batam Center. Kalau lagi ada teman-teman traveler dari luar negeri, saya membawa mereka ke Mi Tarempa. Dan mereka selalu setuju kalau luti gendang itu enak. Di sini, tiap hari ramai yang pesan luti gendang untuk oleh-oleh. Kemasannya bagus jadi bisa ditenteng.

Lakse

Makanan yang satu ini bentuknya seperti mie. Hanya bahan dasarnya bukan dari gandum atau terigu. Tetapi dari sagu. Makanya bertekstur kenyal dan bening. Meskipun terlihat sederhana, namun lakse memiliki rasa yang enak, gurih, dan sedikit pedas. Bisa ditemukan di Batam, Tanjungpinang, dan Lingga.

Di Lingga, lakse ada dua varian. Ada lakse kuah dan lakse goreng. Khusus lakse kuah, terdiri dari mie sagu dan kuah. Kuahnya berbahan dasar santan kelapa dan ikan atau udang yang ditumbuk halus. Penyajiannya ya seperti mie pada umumnya. Tetapi rasanya berbeda. Rasanya gurih dan mantap.

Sotong Masak Hitam

Makanan Melayu ini terbilang unik lho! Olahan sotong atau cumi-cumi kan biasanya bersih dari tintanya. Nah sebaliknya, olahan sotong di Kepri ini dimasak dengan tintanya. Makanya kuahnya berwarna hitam. Rasanya khas karena perpaduan gurih tinta sotong dan pedas.

Makanan khas Melayu ini sangat nikmat dan lezat kalau dimakan sebagai sajian utama dan dalam keadaan hangat. Apalagi dinikmati ketika udara dingin. Trus nasinya masih ngebul. Wihhhh bisa meleleh sebelum menikmatinya sampai habis. Dan nasi pun nambah terus di piring.

Ikan Asam Pedas

Makanan khas Melayu yang satu ini wajib dicoba saat datang ke Batam atau ke wilayah Kepri lainnya. Namanya, ikan asam pedas. Melayu memang terkenal dengan masakan asam pedasnya. Ikan yang biasanya dimasak asam pedas bisa ikan laut ataupun ikan air tawar. Ikan asam pedas bisa dimasak tumis atau rebus. Namun kuahnya tidak terlalu kental.

Ikan asam pedas masak tumis menggunakan ikan yang memiliki daging tebal seperti ikan sembilang, ikan lebam, ikan selar, ataupun ikan lainnya yang mempunyai daging tebal. Tetapi kalau ikan yang tidak mempunyai daging terlalu tebal, lebih cocok dimasak rebus seperti ikan dingkis, ataupun ikan lambai.

Ikan asam pedas Melayu didominasi oleh citarasa dari lada hitam dan asam jawa. Selain itu, asam pedas Melayu juga menggunakan cabai kering dan air. Penambahan lada hitam akan membuat kuah lebih terasa pedasnya. Enak disantap saat masih hangat-hangat maupun saat sudah dingin. Rasanya segar dan bikin ketagihan.

Makanan lainnya yang masuk ikon kuliner Melayu Kepri, ada Nasi Dagang Komplit, Mie Lendir, Roti Jala atau Roti Kirai, Gulai Siput, dan Epok-epok. Saya tidak tau alasan Epok-epok ini masuk ikon kuliner Melayu Kepri. Karena di kampung saya, Epok-epok juga sudah ada sejak dulu, meski namanya berbeda.(*)

(85)

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.