Dua Tempat Menakjubkan di Moalboal Cebu

Apa yang paling menarik kalau traveling ke Cebu, Filipina? Bagi saya, pantai dengan pasir putih, air yang bening bak kristal, dan gradasi warna yang indah di White Beach Moalboal. Trus, bertualang di hutan dan merasakan dinginnya air terjun di Kawasan Falls yang menakjubkan. Keduanya berada di Moalboal, Cebu.

Moalboal ini kota kecil dengan pantai yang sangat indah, tenang, dengan air jernih dan biru. Banyak hal yang bisa dilakukan di Molboal untuk menghabiskan waktu seminggu atau akhir pekan jika tidak memiliki cukup waktu. Tempat yang sempurna untuk melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk kota.

Moalboal hanya berjarak 3 jam perjalanan bus dari kota Cebu. Dari Terminal Bus Selatan Cebu biaya tiketnya sekitar 130 PHP. Setelah sampai di Moalboal, dengan sangat mudah mengakses beberapa objek wisata paling menakjubkan di Cebu.

Wisatawan bisa pergi berwisata ke Pulau Pescador dan berenang dengan ikan sarden dan penyu laut, canyoneering di Kawasan Falls, snorkeling di Pantai Lambug dan bertemu bintang laut yang indah, menikmati kehidupan malam di Pantai Panagsama dan makan segala macam makanan lokal di daerah tersebut.

Tetapi saya tidak bisa mengunjungi semua tempat itu karena waktu terbatas. Saya hanya tiga hari di sana. Jadi saya memutuskan hanya mengunjungi dua tempat yang saya sebutkan di awal, Kawasan Falls dan White Beach Moalboal. Saya mengunjungi dua tempat wisata populer di Cebu ini setelah berenang dengan Hiu Paus di Oslob. Dari Oslob ke Moalboal mesti menyambung bus di Bato. Perjalanan bisa 2-3 jam, tergantung waktu menunggu naik bus kedua.

Begitu sampai di Moalboal, bus akan berhenti di depan pasar. Ini adalah penanda pusat kota Moalboal yang kecil. Saya menginap di Hotel Moalboal Tropics yang lokasinya tidak dekat pantai. Tapi agak masuk ke perkampungan. Untuk dua malam saya membayar PHP 990 atau Rp 271 ribu. Hotel ini termasuk bagus dan dilengkapi kolam renang. Dari pasar, saya harus berjalan kaki kira-kira satu kilometer ke hotel.

Saya check-in di hotel sudah sore, jadi saya hanya bersantai di tepian kolam renang sambil melihat orang-orang yang perosotan. Malamnya baru keluar hotel mencari makan malam di McDonald. Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan malam hari di kota kecil ini. Suasananya sepi. Begitu selesai makan, saya kembali lagi ke hotel dan beristirahat untuk mengisi tenaga sebelum ke Kawasan Falls besoknya.

Kawasan Falls

Jika ada tempat yang tidak boleh dilewatkan ketika mengunjungi Cebu, itu adalah Kawasan Falls, salah satu air terjun paling populer di Filipina. Kalau kamu pengguna Instagram yang rajin pamer foto, kamu akan sangat menyukai Kawasan Falls karena ini adalah salah satu tempat paling Instagrammable di Cebu. Bisa-bisa waktu berfoto lebih banyak daripada menikmati air terjun itu sendiri.

Kawasan Falls sebenarnya terletak di Badian, kota kecil tetangga Moalboal. Buat kamu yang berangkat dari Kota Cebu, bisa langsung naik bus ke Badian. Perjalanan dengan bus sekitar 3-4 jam tergantung pada lalu lintas dan biayanya sekitar 140 peso. Bus ber-AC tentu saja sedikit lebih mahal daripada yang tidak ber-AC ini.

Sementara dari Moalboal ke Kawasan Falls, bisa menggunakan bus menuju Badian dan hanya perlu 30-40 menit untuk sampai ke air terjun. Ada bus yang berhenti setiap 15 menit atau 30 menit di Moalboal. Tempat menunggu bus persis di depan pasar Moalboal. Bus lokal ini banyak digunakan warga lokal. Saat di atas bus, kernet bus akan menagih biaya dan memberikan tiket. Setelah di Badian bus akan berhenti tepat di depan Matutinao Beach Resort.

Begitu turun dari bus, saya mencari-cari jalan menuju Kawasan Falls. Saya melihat rombongan warga lokal dan mengikuti mereka. Untuk menuju Kawasan Falss harus berjalan kaki melewati jalan tanah dan mengikuti tanda yang menunjuk ke Kawasan Falls. Semuanya terindikasi dengan baik sehingga pasti tidak akan tersesat.

Jadi tidak usah tergoda dengan prang-orang yang menawarkan layanan panduan atau guide. Karena tidak benar-benar diperlukan. Pokoknya ikuti saja jalan yang bersisian dengan sungai kecil. Berjalan ke Kawasan Falls, ada beberapa kedai makanan dan minuman yang dilewati. Ada juga penjual kelapa muda.

Setelah lima menit atau tujuh menit berjalan, akhirnya sampai juga di pintu masuk Kawasan Falls. Tiket masuknya 40 PHP buat turis asing dan 20 PHP untuk warga lokal. Seringkali orang Filipina mengira saya orang lokal, tetapi kali ini gagal karena saya berbahas Inggris. Jadi gagal lah mendapat tiket harga lokal.

Saya melanjutkan perjalanan. Sebelum sampai ke air terjun pertama, harus berjalan selama 10 menit lagi. Kawasan Falls ini terdiri dari tiga air terjun. Sepuluh menit kemudian, saya menemukan air terjun pertama dan yang paling populer. Air terjun pertama ini benar-benar ramai dan dijejali orang. Dikelilingi tempat untuk makan dan menaruh barang-barang.

Di pinggir kolam tersedia meja dan kursi untuk duduk yang dilengkapi payung. Tempat ini pun seperti pantai saja. Pengunjung berenang mengenakan bikini. Aiirnya berwarna biru pirus. Benar-benar menakjubkan. Ini pertama kalinya saya melihat warna begitu di kawasan air terjun. Selain berenang, pengunjung bisa menyewa rakit bambu seharga 500 PHP per jam. Rakit bambu ini bisa digunakan beramai-ramai.

Tetapi saya kurang menikmati suasananya saking ramainya pengunjung. Saya mendaki ke bagian atas air terjun dan mengambil foto. Dari sini pemandangannya bagus karena bisa melihat keseluruhan air terjun. Saya benar-benar menikmati pemandangannya. Kemudian saya melanjutkan ke air terjun kedua. Butuh waktu 10 menit untuk mendaki dan sampai di air terjun kedua ini.

Tempat ini lebih tenang meski pengunjung juga tidak sedikit. Mereka berenang, bahkan loncak dari ketinggian. Saya mengganti baju lalu turun ke kolam yang airnya jernih. Ternyata airnya sangat dingin menyegarkan. Sesekali terdengar suara teriakan orang-orang yang sedang canyoneering. Mereka meluncur dari tempat yang lebih tinggi dan terjun masuk ke kolam. Seru juga melihat mereka jatuh dari ketinggian dan berteriak histeris.

Air yang dingin membuat saya tidak betah berlama-lama berenang. Segera saya naik ke tepian kolam dan berselimut handuk. Baru juga mau menghangatkan badan, hujan rintik-rintik turun. Saya berbegas kembali ke air terjun pertama supaya bisa berteduh. Sebenarnya ada satu lagi air terjun yang ketiga. Tapi cukup jauh ke atas. Jalan menuju ke sana lebih curam daripada yang lain.

Hujan makin lebat ketika saya baru pertengahan jalan kembali ke air terjun pertama. Untungnya ada saung yang sudah tidak digunakan dan kosong. Saya berteduh sendirian sampai hujan reda. Hujan dan suhu yang makin turun mengubah mood saya. Akhirnya saya memutuskan pulang saja dan kembali ke Moalboal.

White Beach Moalboal

Dari pusat kota Moalboal White Beach dan Pantai Panagsama (Panagsama Beach) berjarak 3-4 kilometer. Dari pasar bisa mengambil tricycle (becak). Pilihan lain selain dari becak adalah untuk mengambil habal-habal, sejenis ojek motor di Filipina. Tarifnya kurang dari satu dolar! Untuk tarif tricycle sekitar 2 USD.

Tetapi kalau pengemudinya tahu kamu orang asing, mereka mencoba memberikan harga dua kali lipat. Karena tidak ada harga pasti. Tergantung pada seberapa jujur ​​pengemudi dan kepintaran menawar. Saya sempat tawar menawar dengan pengemudi habal-habal untuk ke Panagsama Beach sesuai yang disebutkan teman saya. Dia menolak dan menaikkan sedikit. Akhirnya saya mengalah.

Hari ketiga di Moalboal ini saya pindah penginapan. Saya menginap di Moalboal Backpacker Lodge Panagsama Beach, Basdiot. Tarifnya PHP350. Di kawasan inilah baru terasa lebih hidup. Banyak turis. Di penginapan saja nyaris semuanya bule. Kecuali saya.

Banyak turis yang menyukai tempat ini karena tepi laut. Banyak tempat makan. Tetapi saya tidak menikmati makanan di sini karena rasanya hambar. Sehabis makan siang, saya merencanakan ke White Beach Moalboal. Cara terbaik untuk berkeliling Moalboal adalah dengan menaiki tricycle. Tarif naik becak dari Panagsama Beach ke White Beach antara 3 dolar hingga 6 dolar.

Perjalanan sekitar 15 menit dengan sepeda motor atau becak. Begitu mendekati White Becah pengunjung membayar tiket masuk. White Beach adalah pantai populer di Moalboal. Saat saya tiba sudah sangat ramai. Banyak tenda pengunjung yang rata-rata orang lokal. Tapi saya masih bisa menikmati pasirnya yang putih dan airnya yang bak kristal.

Setelah beberapa menit, saya menyadari mengapa orang-orang memasang tenda. Panasnya kebangetan. Saya bertahan dengan handuk di kepala. Mau menceburkan diri ke laut tetapi tidak ada yang menjaga ransel saya. Akhirnya saya duduk-duduk selonjoran di pantai. Bermain pasir hingga sore dan menutupnya dengan menikmati pemandangan sunset. (*)

(44)

10 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.