Santai Bareng Teman di Farm House Lembang Bandung

Bisa dikatakan, Bandung kota yang paling sering saya kunjungi. Selain Jakarta. Tetapi setiap kali berkunjung, entah urusan kerjaan atau liburan, tak pernah mengeksplore sampai pinggiran. Apalagi sampai ke kawasan wisata alam seperti Farm House Lembang. Saya lebih banyak berkutat di pusat kota yang memang selalu menawarkan sesuatu yang baru dan menarik.

Ketika menetap di Jakarta beberapa bulan, akhir tahun lalu, kesempatan liburan ke Bandung datang lagi. Teman-teman kerja yang berasal dari berbagai daerah dan belum pernah ke kota berjuluk Paris Van Java itu mengajak liburan. Saya yang senang dengan Bandung ya langsung setuju. Bukan cuma pusat kota yang jadi tujuan, kami pun merencanakan liburan ke tempat wisata alam Bandung.

Dari Jakarta, kami berangkat subuh-subuh. Naik bus dari Terminal Lebak Bulus. Perjalanan yang mengingatkan pada momen saat masih mahasiswa dulu. Ramai-ramai jalan dengan teman. Untungnya sekarang sudah ada jalan tol, jadi perjalanan Jakarta-Bandung lebih singkat lagi. Hanya 3-4 jam perjalanan saja. Bayangkan bedanya sebelum ada jalan tol, bisa 5-7 jam.

Karena malam sebelumnya kurang tidur dan harus bangun subuh, kami memanfaatkan waktu perjalanan untuk tidur. Tak terasa tiba di Bandung sekitar pukul 09.30 WIB. Bis tiba di Terminal Leuwi Panjang. Di seberang terminal, ada warung khas Sunda, jadi kami langsung sarapan. Sekalian mencari cara untuk ke Farm House Lembang.

Waktu kami tidak banyak dan bersembilan. Nah cara paling hemat dan cepat ke Farm House Lembang ya sewa taksi online. Kami pesan dua taksi dan langsung diantar ke Farm House. Tempat wisata yang baru dibuka tahun 2015 ini berupa kawasan peternakan alam, area perkebunan, dan kampung-kampung kurcaci. Bangunan-bangunannya bergaya Eropa.

Tiket masuk ke Farm House Lembang relatif murah. Hanya 25 ribu perorang. Nah di pintu masuk, tiket itu bisa ditukar dengan susu murni berbagai rasa atau sosis bakar. Kami memilih susu buat menyegarkan tenggorokan. Selepas pintu masuk, bebas menjelajahi kawasan wisata ini.

Suasananya benar-benar menyenangkan dan menyegarkan. Asri dengan pohon-pobon yang rimbun, taman yang indah, dan pemandangan yang menyejukkan mata. Buat yang suka berfoto untuk Instagram, tempat ini sangat mendukung. Banyak spot yang Instagramable. Ada rumah-rumah hobit, bangunan-bangunan bergaya Eropa klasik, dan cafe-cafe, serta toko kue. Farm house pun seperti kota kecil di Eropa.

Bahkan tersedia penyewaan kostum gaya Eropa klasik. Sewanya 50 ribu dan bisa dipakai 1-2 jam. Jadi bisa keliling untuk berfoto dan merasakan ‘gaya hidup’ di Eropa zaman dulu. Beberapa kelompok perempuan terlihat menikmati ‘gaya hidup’ itu. Tertawa sambil berfoto. Pemandangan itu membuat suasana Eropa klasik makin kental.

Farm House ini tidak terlalu besar. Tetapi di dalamnya beragam suasana yang bisa dilihat. Tempat ini juga cocok buat orang tua yang ingin membawa krucil. Bisa mengenalkan dan foto bersama hewan seperti kelinci, anak landak, biri-biri, burung, dan sugar glyder. Serunya bisa memberi makan hewan-hewan itu.

Kalau mulai lelah mengelilingi Farm House, jangan khawatir. Banyak bertebaran tempat duduk dengan pemandangan yang indah. Bahkan sampai di bagian belakang kawasan Farm House, ada bangku-bangku dan menara pandang. Di bagian belakang itu ada lembah dan perbukitan yang hijau. Kalau mau duduk nyaman sambil menikmati makanan, ada cafe. Santai dan nikmati suasana sampai puas.

Suasana yang nyaman itu membuat kami betah. Hanya saja sudah sore. Farm House tutup pukup 20.00, tapi kami tidak mau kemalaman check-in di apartemen yang sudah dipesan. Pas mau balik ke area parkir, di salah satu toko ramai pengunjung. Ternyata itu toko kue milik aktor Ari Wibowo. Dia datang meet and greet. Beberapa pengunjung mengajak foto bersama.

Saya hanya melihat aksi para penggemar artis itu kemudian berlalu. Kami singgah sebentar di toko souvenir. Toko ini menjual kaos juga, bahkan sabun berbahan susu buatan Farm House. Kami membeli beberapa potong karena murah. Itulah satu-satunya oleh-oleh yang saya bawa pulang dengan senangnya.***

(146)

22 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.