Murah Harganya, Double Rasanya! Bikin Roti Duo Menggoda

Murah Harganya, Double Rasanya! Itulah tagline Roti Duo yang terpampang di standing banner. Roti Duo baru saja dibuka atau bahasa kerennya grand opening, Sabtu (17/3) lalu. Saya dan empat teman blogger lainnya hadir memenuhi undangan. Tidak terlalu ramai undangan yang hadir. Tetapi pembeli yang datang pada hari pembukaan itu berkali-kali lipat dari undangan. Tagline itulah salah satunya yang menggoda orang untuk datang.

Kata pengelolanya, Roti Duo ini hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan makanan serta camilan yang sehat. Namun harga yang terjangkau dan rasanya dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Tidak salah memang, karena ukuran rotinya berbeda dengan roti pada umumnya. Berkali-kali lipat. Roti sebesar itu bisa untuk beberapa orang. Kalau mengambil ukuran saya yang S, roti itu cukup untuk sarapan dan makan siang. Kalau kamu ukuran XL, Roti Duo rasanya tak cukup!

 

Roti Duo ini berbahan dasar roti tawar yang tidak menggunaka tutup berbentuk loaf. Komposisinya terdiri dari tepung yang berprotein tinggi, gula, susu bubuk, telur dan ragi. Roti buatan sendiri yang sudah siap itu diletakkan berjejer dalam etalase kaca. Semua rotinya sama, jadi yang membedakan hanyalah isinya.

Ada yang unik dari cara membeli Roti Duo ini, pembeli memilih varian rasa terlebih dahulu. Setelah itu baru karyawan Roti Duo mengolesi selai langsung didepan pembeli. Diberi isi sesuai dengan varian rasa serta topping choco chip dan tambahan parutan keju di atas rotinya. Pelayannya dengan cekatan mengambil roti dalam etalase, membelahnya menjadi dua bagian, lalu mengoleskan atau menaburkan isiannya. Roti yang sudah diisi, disatukan lagi lalu dipotong-potong.

Pembeli terpaksa antre karena ramai yang datang. Mereka harus menggunakan nomor antrean. Ada yang datang dan antre sejak pagi. Oh ya, Roti Duo ini menawarkan empat varian rasa. Ada Srikaya, Ceres, Cokelat dan Keju. Supaya kamu bisa membayangkan setiap varian rasa ini, nah saya akan ceritakan singkatnya saja! Roti Duo Srikaya, misalnya, dioleskan filling srikaya ditengah nya. Dengan topping choco chip dan parutan keju menambah rasa gurih dan bercampur dengan manisnya srikaya. Ini favorit saya!

Nah, kalau Roti Duo Cheese bagaimana rasanya? Buat penyuka keju, bisa ‘meleleh’ saat melihatnya. Dengan filling rasa Cheese serta ditambah parutan keju cheddar. Apalagi topping choco chip dan parutan keju di atasnya membuat kaya akan rasa keju yang nikmat dan lezat. Kejunya banyak. Seperti keju yang tumpah! Jadi kalau mencicipinya, kejuanya bakal terasa.

Kalau kamu suka cokelat, ada dua plihan, Roti Duo Ceres atau Roti Duo Cokelat. Sama-sama cokelat. Hanya saja, Roti Duo ceres ini diberi filling butter cream lebih dulu. Kemudian ditambah butiran ceres yang menempel penuh didalamnya. Dengan topping choco chip ditambah parutan keju di atas roti menjadikan Roti Duo ini nagih lagi dan lagi. Dan nagih lagi kalau kamu belum bayar! Jadi pastikan kamu bayar sebelum menyantapnya ya!

Terakhir, Roti Duo Coklat. Dengan topping choco chip dan tambahan parutan keju lalu ditambah filling selai cokelat yang dioleskan ditengah roti, menambah kenikmatan saat memakannya. Bagaimana tidak nikmat, keju berpadu dengan cokelat. Bisa bikin kamu lupa pacar kalau menyantapnya. Dan baru tersadar setelah roti habis, ternyata memang tidak punya pacar lagi!

Dengan ukuran roti yang besar, harganya tidak mahal-mahal amat. Malah murah amir! Roti Duo Ceres hanya Rp 15 ribu sudah bisa kamu santap bersama teman atau pacar. Roti Duo Coklat dan Roti Duo Srikaya sama-sama dibanderol Rp 25 ribu. Sementara Roti Duo Keju paling mahal, harganya Rp 35 ribu. Harga itu pantas lah dengan ukuran roti yang besar dan kejunya. Dari pada kamu bikin keju sendiri hayooo!

Setelah membaca ceritaku, kamu kebelet ingin mencicipinya dan membuktikan ceritaku? Datang saja ke gerai Roti Duo di Komplek Pertokoan Botania Garden, Blok A4 Nomor 1, Batam Center. Kalau tidak tahu juga, bisa mengajak saya. Dengan senang hati saya temani kalau ditraktir!

Baca juga: Batam Olehlo Milik Artis Oki Setiana Dewi

(116)

29 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.