Itinerary Sehari di Madrid Spanyol

Beruang dan pohon strawberry, simbol Madrid.

Banyak alasan untuk mengunjungi Madrid. Selain karena suhunya yang lebih hangat di banding kota lain di Eropa, orang-orang Spanyol juga hangat. Ibukota Spanyol ini juga salah satu pusat mode dunia. Kiblat sepak bola dunia. Budayanya masih kental, memiliki banyak bangunan monumental dan sejarahnya yang menarik.

Saya traveling ke Madrid akhir tahun lalu setelah memutuskan ke Maroko. Saya hanya punya waktu liburan 14 hari. termasuk perjalanan pulang pergi. Jadi saya membagi-bagi waktu. Satu pekan di Maroko dan satu pekan di Spanyol. Di Spanyol saya merencanakan hanya mengunjungi dua kota. Madrid dan Barcelona. Meski pada menit terakhir, saya tergoda mengunjungi Andorra, salah satu negara terkecil di Benua Eropa.

Karena di Eropa hanya 7 hari dan akan mengunjungi dua negara dan tiga kota, saya hanya 2-3 hari di satu kota. Di Madrid saya hanya 3 hari. Waktu yang terbilang singkat buat saya. Teman yang saya tumpangi apartemennya di Madrid kemudian mengusulkan saya ikut free walking tour.

Saya tidak pernah tertarik untuk ikut tur seperti itu. Tapi karena penasaran akhirnya memutuskan ikut. Saya mendaftar (booking) lewat SMS dan langsung mendapat slot untuk keesokan harinya. Madrid free walking tour ini banyak diikuti turis-turis yang punya waktu sehari saja di Madrid. Destinasinya tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Madrid.

Free walking tour dimulai pukul 10 pagi. Dari apartemen saya segera menumpang metro ke Plaza Mayor. Di sini meeting pointnya. Saya nyaris telat. Ketika sampai di Palaza Mayor, peserta tur sudah berkumpul. Alun-alun ini ramai turis. Banyak orang-orang berpayung. Ada yang berpayung putih dan lainnya warna kuning. Itulah tanda tour guide free walking tour. Ada dua pilihan. Berbahasa Inggris atau berbahasa Spanyol.

Saya bergabung dengan tour guide yang berbahasa Inggris. Ketika bergabung, ternyata pesertanya emak-emak dan opa-opa. Hanya saya dan turis cowok dari Jerman yang masih muda. Tur pun dimulai dari Plaza Mayor. Rute free walking tour ini ternyata tidak panjang-panjang banget. Hanya mutar-mutar saja. Mudah diikuti dan seketika bisa mengenalinya. Nah dari pengalaman itu, saya berbagi itinerary untuk kunjungan satu hari di Madrid.

Dimulai dari Plaza Mayor, alun-alun di tengah kota madrid. Alun-alun yang paling terkenal. Bisa dibilang, Plaza Mayor ini salah satu ikon paling representatif dari Madrid. Setiap hari ribuan turis.  datang berfoto dan mengagumi gedung-gedung besar di sekitarnya. Kebanyakan turis memulai tur dari Plaza Mayor.

Plaza Mayor bentuknya persegi panjang dan dikelilingi bangunan kombinasi warna putih dan warna bata. Dari dulu, alun-alun ini memang pusat keramaian. Awalnya pasar pada abad pertengahan. Ia juga menjadi saksi sejarah Madrid seperti pertempuran, eksekusi, dan adu banteng.

Kemudian menjadi alun-alun tahun 1617 pada masa pemerintahan Raja Phillip III. Ia meregenerasi kawasan ini dan menciptakan alun-alun besar yang layak dikunjungi sebagai salah satu ibukota utama Eropa. Makanya di alun-alun ini ada patung Raja Philip sedang menunggang kuda. Saat ini, Plaza Mayor jadi tempat penyelenggaraan Chrismast Market dan San Idiro Festival. Saat saya di sana, Chrismast Market baru mau dimulai.

Salah satu yang menarik dalam Plaza Mayor atau alun-alun Walikota ini adalah Casa de la Panadería. Turis mengenalnya dengan nama Bakery House. Bangunan kota dan budaya di sisi utara Plaza Mayor ini dihiasi lukisan dinding yang indah. Tingginya empat tingkat. Lantai atas berupa loteng, dengan sisi-sisinya dimahkotai oleh menara sudut. Pembangunannya selesai tahun 1619.

Terletak di luar tembok Plaza Mayor, kami menemukan San Miguel Market. Pasara yang sudah ada sejak 1919. Pasar ini niscaya menjadi salah satu landmark gastronomik di Madrid. Menariknya pasar San Migule bukanlah pasar tradisional. San Miguel bisa disebut sebagai Pasar Gourmet yang dirancang bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman sempurna.

Pengunjung bisa sekadar membeli buku masak atau menikmati pasta segar dan mencoba anggur Spanyol yang lezat. Namun, keistimewaan San Miguel adalah tapas. Makanan ringan ala Spanyol. Pengunjung membeli tapas favorit mereka di kios-kios dan kemudian duduk menggunakan meja piknik dan bangku yang tersebar di area pasar. Kami tidak mencobanya karena kebanyakan tapas tidak halal.

Kami berlalu dan melanjutkan tur ke Plaza de La Villa. Plaza de la Villa atau Town Hall Square adalah plaza abad pertengahan yang tenang di Calle Mayor atau Jalan Mayor. Lokasinya tidak jauh dari Plaza Mayor. Di lun-alun kecil ini ada bangunan sipil tertua di Madrid. Nuanasa abad keenam belas masih dipertahankan. Fasad gothic pada rumah-rumah aristokratik dan jalur batu besar membawa ke nuansa bangsawan Eropa zaman dulu.

Di sini ada tiga bangunan yang ikonik. Pertama Casa de la Villa, bangunan utama yang berfungsi sebagai balai kota Madrid sejak abad ke-17. Dirancang oleh arsitek Juan Gómez de Mora dan Teodoro Adremans dari tahun 1664-1696. Bangunan ini memiliki balkon yang mengesankan, pintu masuk dan Lambang Senjata kuno. Bagian dalamnya tersaji lukisan dinding abad ke-17 yang menakjubkan. Dibuat oleh Antonio Palomino. Langit-langitnya dihiasi kaca patri dan lukisan oleh Goya.

Di sebelahnya, berdiri Casa de Cisneros. Istana kecil nan megah yang dibangun pada tahun 1537. Bergaya gothic yang indah, dengan fasad yang dihiasi gaya plester. Sebuah lengkungan menghubungkan bangunan itu ke Casa de la Villa. Interiornya memiliki koleksi permadani abad pertengahan. Bangunan tersebut sekarang dijadikan tempat tinggal Walikota Madrid.

Tak jauh dari kedua bangunan itu berdiri Lorre de los Lujanes. Menara Torre de los Lujanes atau Lujanes dibangun pada abad ke-15. Bangunan tertua di Plaza de la Villa dan salah satu yang tertua di Madrid. Dirancang dengan gaya Mudejar bata merah dengan pintu gothic yang khas. Menara Lujanes memiliki sejarah yang penuh warna. Raja Prancis Francis I dipenjarakan di menara ini pada tahun 1525, setelah Pertempuran Pavia.

Cerita itu kami ketahui dari penjelasan tour guide. Penjelasannya membuat peserta tur terkagum-kagum. Tetapi kami tidak lama di alun-alun kecil ini dan menuju Calle de Bailen. Di calle (jalan) ini berdiri Katedral Almudena yang didedikasikan untuk Perawan Almudena (Pelindung Saint Madrid). Salah satu katedral baru di Eropa.

Arsitekturnya menggabungkan beberapa gaya desain. Fasad utama dirancang dengan gaya Neo-Klasik, kubah bangunan bergaya Neo-Baroque, ruang bawah tanah bergaya Neo-romantik dan interior katedral didesain secara total dalam gaya Neo-Gothic. Kami menyaksikan katedral ini dari bukit sehingga tampak megah. Namun bangunan di sebelahnya lebih megah lagi. Itulah Royal Palace. Istana tempat tinggal resmi keluarga Kerajaan Spanyol di Madrid.

Istana kerajaan ini dibangun pada abad ke-18. Dibangun di atas benteng tua yang dirancang oleh kaum Muslimin pada abad kesembilan. Banyak hal-hal menarik yang bisa dilihat di dalam Royal Palace. Masuk ke istana tiketnya 10 Euro. Gratis pada saat-saat tertentu. Tetapi hanya berlaku untuk orang Spnnyol, warga Uni Eropa, dan negara-negara Amerika Latin. Jadi kita orang Indonesia tidak bisa menikmati kunjungan gratis.

Namun di luar Royal Palace, banyak juga yang bisa disaksikan. Terutama upacara pergantian penjaga istana. Hari Rabu pertama setiap bulannya Istana Kerajaan Spanyol menggelar upacara pergantian penjaga. Pertunjukan dimulai pukul 12:00 waktu Spanyol. Upcara ini meriah karena melibatkan lebih dari 400 tentara, 100 kuda, kereta vintage dan bahkan sebuah band musik.

Di depan Royal Palace ada Plaza de Oriente. Alun-alun ini dirancang oleh saudara laki-laki Napoleon, Joseph Bonaparte, yang memerintah Spanyol dari tahun 1808-1813. Tempat ini juga menarik turis untuk jadi lokasi berfoto karena dihiasi taman bunga. Tepat di tengah alun-alun yang romantis ini berdiri patung Raja Philip IV yang menunggang kuda. Patung Raja Philip IV menghadap Royal Teather atau Teatro Real.

Dari Plaza de Oriente, kami melangkahkan kaki melewati Teatro Real. Menikmati Calle Arenal, pedestrian yang bebas kendaraan. Ini adalah salah satu jalan tersibuk di Madrid. Menghubungkan Royal Palace dan Puerta del Sol. Sisi kiri-kanannya banyak toko, cafe, dan restaurant. Di sinilah churro (kue adonan goreng) yang paling terkenal bisa ditemukan. Saya dua kali datang ke jalan ini untuk makan di restaurant Turki yang halal. Lalu menyempatkan membeli beberap souvenir di salah satu toko.

Di ujung pedestrian ini mata saya langsung tertumbuk pada Puerta del Sol. Alun-alun ini salah satu tempat paling simbolis di Madrid. Selain tempat merayakan kedatangan Tahun Baru, tempat ini juga pusat dari semua demonstrasi. Di bangunan kantor Pemerintahan Madrid ini terdapat lonceng yang dibunyikan saat penyambutan tahun baru. Namun yang paling menarik adalah patung beruang dan pohon strawberry yang menjadi simbol kota Madrid. Di bawahnya ada plakat yang menandai nol kilometer Madrid. Jadi sesungguhnya tempat ini adalah awal Calle Arenal yang kami lalui tadi. Di Puerta del Sol tur kami pun berakhir.***

 

Baca juga: 

Mengenal Spanyol lewat Kulinernya

(123)

8 Komentar

    • Menurut saya keduanya bagus. Kelebihan Barca ya ada pantainya. Banyak bangunan menarik karya para arsitek dunia 🙂

  1. Dan saya selalu terpukau dan seolah menikmati sekali jalan-jalan di Madrid ini gegara tulisanmu bg. Tau ga sik baca plaza de mayor ini pikiranku menerawangnya ke Mega Mall? wkwkwk

    Semoga someday bisa keliling Eropa bersama keluarga. Amin

  2. pertama lihat pohon yang dipegang sama beruang, saya pikir itu pohon buah kenari seperti yang ada di film Ice age. Rupanya pohon strawberry. Ohya, soal walking tour ternyata memang di luar sana menjamur ya kegiatan itu. Saya pernah ikut juga walking tour di Surabaya, jadi pengen coba suatu saat kalau punya kesempatan pergi ke luar negeri. Hehhe.

    • Iya, itu simbil Madrid. Saya juga gak tau kenapa bisa jadi simbil madrid. Di ERopa udah menjamu walking tour ini, jadi ada di mana-mana. Namanya sih free walking tour, tapi nanti ngasih tip ke guide. Karena peserta tour lainnya ngasih 20 Euro, aku gengsi ngasih receh, jadilah ngasih 10 euro. hahaha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*