Ke Angkor Wat karena Film Tomb Raider

Kalian sudah pasti tahu film Tomb Raider yang dibintangi si cantik nan seksi Anjelina Jolie. Film itu tidak hanya memamerkan kecantikan sang bintangnya tetapi juga keindahan kawasan Angkor yang mistikal di Siem Reap, Kamboja. Settingnya sebenarnya di Candi Ta Prohm. Tetapi sejak film itu tayang, Angelina Jolie melalui perannya sebagai Lara Croft membuka mata dunia dan mengundang jutaan wisatawan asing untuk datang ke Angkor.

Saya teringat film ini ketika membaca berita sekuel Tomb Raider akan dibuat dengan pemeran yang tak kalah cantiknya. Setelah membaca itu, saya juga teringat perjalanan saya ke Siem Reap. Tujuan saya ya mengunjungi kawasan Angkor. Saya juga salah satu ‘korban’ film Tom Raider.

Untuk ke Siemreap, bisa menggunakan penerbangan langsung dari Kualalumpur atau Singapura. Tetapi harga tiketnya mahal. Cari-cari di situs travel, saya menemukan cara paling murah. Berangkat dari Singapura ke Bangkok, Thailand. Lalu dari Bangkok menumpang bus ke Siemreap. Ada bus langsung sehingga tak perlu ganti bus di perbatasan yang harganya jauh lebih mahal.

Nah di Bangkok ada bus namanya Nattakan. Tiket bus Nattakan bisa dibeli langsung di Northern Bus Terminal di Bangkok atau disebut juga Mo Chit 2 Bus Terminal. Kadang juga disebut Chatuchak Bus Terminal. Masuk saja ke terminal itu dan datangi konter The Transport Co, Ltd. Harga tiket Bangkok ke Siemreap 28 USD. Sekarang sudah bisa beli online juga.

Bus berangkat pukul 8 pagi dan pukul 9 pagi. Tetapi saya janjian dengan backpacker dari Belanda yang saya temukan di Bangkok untuk berangkat pukul 9 pagi saja. Maklum, kami sama-sama susah bangun pagi. Saat di bus itu, ada backpacker lainnya dari Indonesia dan Belanda, jadilah kami berempat. Perjalanan dari Bangkok ke Sim Reap itu termasuk lama karena harus singgah di perbatasan. Antrian cap paspor sangat panjang dan lama. Kami baru tiba di penginapan di Siem Reap pukul 8 malam.

Keesokan harinya kami kemudian menelusuri kawasan Angkor Wat. Kami menyewa tuk-tuk berempat. Berangkat pukul 5 subuh karena ingin melihat sunrise di Angkor Wat. Untuk tiket harian USD20 per orang. Tetapi sekarang USD37 per orang. Kalau tiket terusan tiga hari USD62 dan tiket satu minggu USD72. Di pintu masuk kami difoto dan langsung muncul di lembaran tiket.

Meski masih gelap, komplek Angkor sudah ramai. Candi yang pertama ditemui pasti Angkor Wat, candi utama yang masih utuh. Jalan masuk candi ini di antara danau kecil. Namun sebenarnya itu sungai yang mengelilingi komplek Angkor. Di sini kami menanti matahari terbit bersama ratusan bahkan mungkin mencapai ribuan turis. Matahari pun muncul dengan warna emas dan siluetnya tampak berpendar di air. Takjub banget melihatnya.

Tak cukup hanya menikmati pemandangan sunrise di Angkor Wat. Menelusuri ke bagian dalam-dalamnya juga sangat menarik. Ketika matahari sudah sepenggalan, kami mulai mengelilingi kawasan Angkor Wat. Candi ini ikon dari komplek Angkor (Angkor Thom). Candi yang khas dengan gaya Khmer ini masih terpelihara jadi masih utuh. Beberapa fasad dindingnya dihiasi relief cerita kerajaan dan terbentuknya Angkor.

Dari Angkor Wat, kami menelusuri satu per satu angkor yang wajib dikunjungi. Kami memilih yang wajib saja karena cuma sehari. Tak cukup mengelilingi komplek ini dalam sehari sebab luasnya 400 km persegi. Kota kuno ini yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) oleh UNESCO ini memiliki ribuan candi atau kuil.

Bunyi mesin tuk-tuk memecah kesunyian di jalan yang kami lalui. Hutan masih menghijau dan hanya bangunan candi yang menghiasi kawasan ini. Menuju ke candi lainnya, kami melalui South Gate. Ini adalah salah satu dari empat akses atau gerbang untuk masuk dan keluar Angkor pada masa lampau. Dulu, Angkor dikelilingi benteng berbentuk persegi untuk melindungi Kerajaan Khmer. South Gate ini puncaknya mirip puncak Prambanan. Namun ada gambar wajah pada fasadnya.

Gerbang yang masih utuh ini akan dilewati jika berangkat dari Angkor Wat ke Bayon. Candi ini sudah tak begitu utuh lagi. Namun disebut yang paling artistis dan cantik. Memiliki banyak relief nan detil. Di Candi Bayon ada 216 patung wajah raksasa dari tumpukan batu. Wajah itu merujuk pada profil raja Jayawarman VII. Pendiri kerajaan Khmer dan Angkor. Kami menelusuri bagian perbagian candi Bayon dan sempat naik ke salah satu bagiannya.

Tak jauh dari Bayon, ada Baphuon. Cukup jalan kaki dari sana dan akan langsung masuk dari samping candi. Baphuon menarik karena pintu masuknya membentang sepanjang 200 meter. Berdiri satu meter dari tanah jadi seperti jembatan kecil. Baphuon bertingkat tiga dan bisa naik ke atas. Bagi yang takut ketinggian disarankan tidak naik karena tangganya agak curam.

Panas matahari yang terik membuat kami tak betah berlama-lama di atas Baphuon. Kami keluar dan berteduh di pohon yang mengelilingi candi ini. Lalu menyaksikan keindahannya. Setelah sedikit adem, kami melangkahkan kaki ke Terrace of Elephants. Sesuai namanya, Terrace of Elephants memang teras sepanjang 350 meter.

Teras ini berfasad bagian wajah Gajah dan belalainya. Gajah ini sangat berperan pada masa lampau. Bahkan sekarang Gajah pun masih digunakan untuk tumpangan turis yang ingin mengelilingi Angkor. Nah Terrace of Elpehants ini ini dulunya tempat Raja Jayawarman VIII untuk menyambut dan menyaksikan pasukannya yang baru pulang berperang.

Di antara candi atau kuil yang ada di Angkor, Ta Phrom paling wajib dikunjungi. Seperti yang saya ceritakan di awal, candi ini adalah lokasi syuting Tomb Raider. Candi ini ditumbuhi pohon raksasa dan akar-akarnya membelit tubuh Ta Phrom. Inilah yang membuatnya semakin menimbulkan kesan mistis. Sebagian tubuhnya juga sudah runtuh sehingga tampak misterius.

Ta Phrom yang dibangun abad ke-12 dulunya dipergunakan sebagai biara. Tempat belajar para biksu. Menurut sejarah, candi ini bisa ditinggali 18 Biksu Agung, 650 penari, serta 12.500 warga. Namun candi ini sempat ditinggalkan pada abad 17 dan terlupakan akibat kejatuhan Kerajaan Khmer. Ta Phom kemudian ditemukan kembali dan direstorasi. Nah restorasi candi-candi di Angkor ini mencontoh restorasi Candi Borobudur.

Ta Phrom kemudian menjadi candi teramai kedua yang dikunjungi turis.Saking ramainya, susah mengambil foto tanpa orang lain muncul dalam frame. Mereka berfoto-foto di area yang muncul dalam film Tomb Raider. Namun ada spot yang khusus tempat mengambil foto dan harus bergantian. Jadi kalau berkunjung ke Angkor, siap-siaplah berfoto!

Pusat Kota Siem Reap

Selain Angkor, beberapa tempat menarik juga dikunjungi di Siem Reap. Malam-malam bisa relaks dan menikmati kawasan Pub Street. Di tempat ini banyak resto, kafe dan pub untuk kongkow. Ramai turis yang menikmati suasana malam. Lokasinya persis di belakang Old Market Siem Reap.

Kalau tidak suka keriuhan musik dan dunia malam, beralih saja ke Angkor Night Market atau ke Old Market di hari lainnya. Pasar ini buka dari pagi sampai malam. Meski namanya pasar tradisional, tidak ada becek-beceknya sehingga nyaman dikunjungi. Di sini kamu bisa membeli souvenir, kain tradisional, dan kerajinan tangan khas Kamboja.

Lalu ada Angkor National Museum. Lokasinya gampang ditemukan karena berada di jalan raya yang menghubungkan Angkor dan Pasar Siem Reap. Tiket masuknya USD12. Museum ini memberikan informasi sejarah Khmer pada tujuh galleri.

 

Baca juga: Perjalanan ke Kota Tua Bagan

(77)

12 Komentar

  1. Cakep banget ya itu.. Angkor Wat berlatarkan matahari terbit..
    Btw itu tiket terusan 3 hari, seminggu itu maksudnya gimana? Dg harga 62 USD bisa dipake bolak-balik ke tempat ini selama 3 hari, gitu kah?

    • Cakep banget emang. Iya tiket terusan itu dipake tiga hari berturut-turut. Kalo yang tiket terusan seminggu bisa dipakai masuk untuk tujuh hari berturut-turut.

    • Terik dan panas banget. Jalanan berdebu. Jadi selama keliling angkor wat sebaiknya pake masker. Nah sunrise itu, awalnya gak bagus, tapi pas mau naik makin kece.

1 Trackback / Pingback

  1. Grand Palace Bangkok, Tujuan Wisata Utama di Thailand – jokka2traveller.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*