Objek Wisata yang Wajib Dikunjungi di Istanbul

Dolmabahce Palace

Tiga kali ke Turki dan mengunjungi kota yang sama. Tidak bosan? Bagi saya, tentu saja tidak! Yah, saya sudah tiga kali ke Turki dan selalu mengunjungi kota yang sama, Istanbul. Jangan mengira karena saya punya pujaan hati di kota itu. Bukan. Tapi saya mengakui benar-benar jatuh cinta dengan Istanbul sejak pertama kali mencumbuinya.

Banyak tempat, objek wisata, dan hal-hal menarik yang membuat saya jatuh cinta. Istanbul yang berada di Benua Asia dan Eropa, menyimpan sejarah dan kekayaan peradaban Turki. Jadi kalau mengunjungi satu hari saja atau satu kali saja, bakal membuat rindu serindu-rindunya.

Kalaupun hanya punya waktu satu-dua hari saja, pastikan mengunjungi tempat-tempat yang masuk katagori must visit. Nah, untuk memudahkan, saya akan berbagi pengalaman dan itinerarinya. Saya susun berdasarkan wajib sampai yang menarik untuk dikunjungi. Juga berdasarkan minat. Sebaiknya dimulai dari kota tua di kawasan Fatih yang sudah masuk daftar warisan dunia UNESCO.

Hari Pertama

Kalau cuma punya waktu satu hari di Istanbul, ada 7 tempat yang mesti dikunjungi. Lokasinya saling berdekatan. Di mulai di Hippodrome, monumen yang tinggi menjulang bak pensil. Letaknya persis di depan Sultan Ahmed Mosque atau lebih dikenal pelancong dengan nama Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid ini ramai dikunjungi baik wisatawan muslim amupun non muslim karena salah satu tujuan wisata utama di Istanbul.

Blue Mosque

Nah di sebelah Blue Mosque, ada museum terkenal yang dulunya gereja dan masjid. Hagia Sophia atau Aya Sofia. Blue Mosque dan Hagia Sopia hanya dipisahkan taman dan air mancur. Jadi cukup jalan kaki. Tak jauh dari Hagia Sophia, ada Topkapi Palace Museum. Tempat tinggal sultan Turki sebelum menjadi museum. Lalu masih di kawasan Fatih, ada Basilica Cistern atau Serebatan Cistern dalam bahasa Turki. Saluran air bawah tanah ini cukup tersembunyi, namun keindahannya tak terbantahkan.

Setelah mengunjungi lima tempat itu, sempatkanlah belanja ke Grand Bazaar. Pasar terbesar di Turki bahkan di dunia. Segala macam dijual di pasar ini. Mulai souvenir sampai karpet. Bisa sore hari atau malam hari belanja di Grand Bazaar. Jangan lupa menawar, apalagi kalau penjualnya tahu kamu dari Indonesia. Tetapi sebaiknya jangan kalap belanja karena harga di Grand Bazaar tidaklah terlalu murah. Teman saya yang orang Turki, malah membawa saya belanja di luar area Grand Bazaar dan benar, memang lebih murah.

Kalau capek belanja, bagi yang muslim bisa singgah ke masjid yang berada di samping Grand Bazaar. Ada dua masjid. Masing-masing Nuruosmaniye Mosque dan Bayezid Mosque. Di sela-sela itu, cicipi juga makanan-makanan khas Turki. Terutama kebab. Daging panggang yang disajikan dengan roti tortila atau nasi pilaf. Tergantung selera. Tetapi biasanya di kedai-kedai yang ada di tempat wisata atau pojokan disediakan dengan roti tortila saja.

Hari Kedua

Hari kedua di Istanbul, cukup mengunjungi atau melakukan tiga aktivitas saja. Sebab salah satu aktivitas akan memakan waktu setengah hari. Bisa dimulai dengan mengunjungi Dolmabahce Palace, istana pengganti Topkapi Palace setelah keruntuhan Kekaisaran Ustmaniyah. Istana ini menjadi tempat tinggal bapak pendiri Turki, Ataturk. Butuh beberapa jam berkunjung di Istana Dolmabahce karena luas.

Setelah mengunjungi istana, lebih baik mengisi perut dulu sebelum melanjutkan dengan Bosphorus Tours. Berlayar melintasi selat Bosphorus dengan kapal pesiar kecil. Ada dua pilihan untuk mengikuti Bosphorus Tour. Pertama, private tour yang dimulai dari Eminonu yang lokasi di antara Galata dan Ataturk Bridge. Pilihan kedua adalah menumpang kapal umum yang disebut Bogazici Pzel Gezi. Juga dimulai dari Eminonu. Dermaganya persis di sebelah Galatan Bridge. Tour ini ada beberapa keberangkatan di antaranya pukul 10.35, pukul 13.35, dan 15.00.

Kapal feri dari Besiktas (Istanbul Eropa) ke Kadikoy di Istanbul sisi Asia

Selesai menelusuri selat Bosphorus dan menyaksikan bangunan-bangunan bersejarah sepanjang selat itu, boleh lanjut belanja lagi. Selain Grand Bazaar yang terkenal, pasar lainnya yang juga ramai dikunjungi turis di Istanbul yaitu Spice Bazaar. Di pasar ini banyak bumbu dijual, makanya disebut spice bazaar. Selain bumbu, banyak souvenir juga yang dijual di sini dan camilan-camilan khas Turki seperti baklava.

Hari Ketiga

Kalau masih punya waktu di Istanbul, luangkan waktu mengunjungi Turkish and Islamic Arts Museum dan Archaelogical Museum of Istanbul. Kedua museum ini masih di kawasan Fatih. Butuh beberapa jam untuk mengunjungi dua museum ini. Jadi sebaiknya mulai agak pagi. Lalu tengah hari berkunjung ke Suleymaniye Mosque. Dari Besiktas atau Eminonu, menara masjid ini terlihat. Jadi kalau kuat jalan kaki, sebaiknya jalan kaki saja sembari menikmati pemandangan sepanjang jalan. Kalau tidak kuat, ya menumpan metro.

Usai mengunjungi Suleymaniye Mosque, lanjutkan lagi jelajah museum. Ada Chora Monastery atau Kariye Museum. Setelah itu, pergilah ke Kucuk Ayasofia atau Ayasofia kecil. Disebut demikian karena ukuran bangunannya yang lebih kecil dari Aya Sofia. Hagia Sophia Kecil ini awalnya Gereja Santo Sergius dan Bacchus. Bekas gereja Ortodoks Timur yang didedikasikan kepada Santo Sergius dan Bacchus di Konstantinopel lalu dialihkan menjadi sebuah masjid pada zaman Kekaisaran Utsmaniya.

Galata Bridge dan Galata Tower di belakang saya

Objek Wisata Lainnya

Bila punya minat khusus pada seni, ini beberapa tempat yang layak dikunjungi di Istanbul. Mulai Painting and Sclupture Museum, Istanbul Modern Museum, Pera Museum, Dogancay Museum, Istanbul Photography Museum, Sabanci Museum, hingga Borusan Contemporary Istanbul atau Perili Kosk.

Tempat menarik lainnya yang istimewa, ada Jewish Museum, Balat atau Old Jewish Quarter, Sokollu Mehmed Pasa Mosque, Maritim Museum, Aynalikavak Palace, SALT Galata, Galata Bridge, dan Galata Tower. Di bagian bawah Galata Bridge itu banyak restauran yang pas banget jadi tempat hang out dan menikmati makanan khas Turki. Kalau punya uang lebih, naik ke Galata Tower dan makan di restauran yang berada di puncaknya.

Lelah seharian jalan-jalan, cobalah hammam, tempat pemandian Turki. Pemandian umum khas Turki ini variasi dari Pemandian Romawi, mandi uap, sauna, atau banya Rusia. Jadi bisa meregangkan otot-oto yang kaku di tempat ini setelah capek jalan-jalan seharian. Ada beberapa hammam yang bagus di datangi di antaranya Suleymaniye Hamami, Cemberlitas Hamami, Hurrem Sultan Hamami, dan Cagaloglu Hamami. Hammam ini sudah ada sejak Kekaisaran Ustamaniyah. Jadi sembari bersantai, nikmatilah mandi ala sultan atau pangeran!

 

Baca juga: Homestay di Turki (Part 1)

Homestay di Turki (Part 2)

Homestay di Turki (Part 3)

(117)

18 Komentar

    • Hahahaha, saya selalu cinta Indonesia. Malah kalo lagi di luar negeri itu, rasa cinta Indonesia makin bertambah 🙂

  1. Istanbul memang memesona, pengen banget kesana.

    Kalau saya terkesan dengan negara Turki karena sejarah kekhilafahan Turki Utsmani, pengen tahu lebih banyak lagi dari sisi sejarahnya dengan berkunjung kesana, semoga kalak bisa study tour kesana.

    • Yah saya juga suka sejarahnya. Jadi sambil menelusuri kota-kota tuanya sekalian belajar sejarahnya. Semoga ya bisa ke sana segera 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*