Jalan-Jalan Singkat di Praha yang Indah

Dari kota yang kaya dengan sejarah masa kerajaan di Dresden, Jerman, saya melanjutkan perjalanan ke Praha, Republik Ceko. Sekitar pukul 10 pagi, kami berangkat dari Pirna dengan mobil pribadi. Matahari agak malu-malu jadi sinarnya tak mampu menghangatkan tubuh. Teman saya menghidupkan penghangat dalam mobilnya. Mobil kami lalu melaju ke arah perbatasan yang dihubungkan jalan tol.

Sebelum memasuki wilayah Republik Ceko, teman saya yang membawa mobil harus membayar 11,20 euro untuk melalui jalan tol. Lewat jalan tol ini, perjalanan dari Dresden ke Praha ditempuh hanya sekitar 2 jam, Meski dengan jarak hampir 200 kilometer. Pemandangan alam tersaji selama perjalanan. Tetapi tidak semua bisa dinikmati hari itu karena cuaca dingin dan berkabut. Setiap berada di ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut, hanya kabut yang terlihat. Seolah-olah mobil kami berjalan di atas awan.

Sekitar pukul 13.00 waktu Republik Ceko, kami tiba di Praha. Karena sudah lapar, setelah parkir mobil, kami langsung mencari tempat makan. Kami menemukan restoran yang menyajikan makanan Turki, tetapi pemiliknya berasal dari Amman, Yordania. Dari restauran ini dekat dengan kastil Praha yang berada di bukit. Juga dekat dengan Charles Bridge yang sangat terkenal sebagai tujuan para turis.

Metro dan Tram Station. Dari sini, kami belok ke Charles Bridge
Charles Bridge dengan patung di kedua sisinya.
Pelukis jalanan di Charles Bridge

Usai makan siang, kami menuju Charles Bridge dengan tiga menara di masing-masing ujungnya. Jembatan yang menghubungkan Old Town dan Lesser Town ini hanya boleh dilalui orang. Di bawahnya mengalir sungai Vltava dan kapal pesiar berlayar membawa turis. Jembatan ini ditandai dengan deretan 30 patung di tepiannya. Pemandangan dari jembatan Karluv Most sangat menawan. Saya juga menikmati seniman-seniman yang melukis atau membuat sketsa wajah para turis. Juga pemusik jalanan yang menghibur.

Dari jembatan itu tampak jelas kemegahan dan keindahan kastil Praha di puncak bukit. Komplek kastil itu disebut terluas di dunia menurut Guiness Book of World Records. Luasnya 70 ribu meter persegi. Pernah menjadi pusat pemerintahan raja-raja Bohemia, kaisar Romawi, dan presiden Cekoslovakia sebelum terbagi menjadi Ceko dan Slovakia. Jadi sekarang istana buat Presiden Ceko. Meski begitu banyak bagian yang bisa dikunjungi turis. Makanya kastil ini jadi destinasi utama ketika berwisata ke Praha.

Kastil Praha di atas bukit dilihat dari Charles Bridge
Pemandangan dari Charles Bridge

Puas menikmati pemandangan kastil, kami menyeberangi jembatan dan melanjutkan mengunjungi kota tua Praha. Di sini ada Old Town Square yang jadi episentrum dan titik tolak memulai jelajah kota Praha. Banyak bangunan tua berasitektur gotik, barok, renaisans dan art nouveau di sekitarnya yang menjadi objek wisata bagi turis. Terutama gereja tua dan jam astronomi dari abad 14 yang disebut sebagai jam astronomi tertua yang masih berfungsi hingga kini. Ada tiga jam astronomi sejenis, tapi hanya ini saja yang masih bisa dinikmati. Menjelang jam berbunyi turis ramai-ramai berdiri di depan menanti. Saya pun ikut-ikutan.

Di dekatnya ada old town hall yang ramai dikunjungi turis. Church of Our Lady before Týn, gereja cantik dengan arsitektur gotik. Ada Jan Huss memorial stand, Saint Nicholas Church yang berubah fungsi menjadi concert hall dan House of Black Madonna. Di depannya, musisi jalanan memainkan musik dan menarik perhatian turis.

Kereta kuda yang membawa turis ke Old Town Praha
Old Town Square Praha
Church of Our Lady before Týn

Satu jam menikmati kawasan kota tua Praha, saya bergegas kembali ke Charles Bridge. Saya melewati lagi jembatan ini ke tempat parkir mobil kami. Saat itu, ada syuting film. Memang, Praha sering dijadikan lokasi styuting film-film ternama. Saya berhenti sejenak menyaksikan syuting itu. Lalu buru-buru mengayunkan langkah karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.00. Kami harus melanjutkan perjalanan ke Vienna. Waktu tempuh yang mencapai empat jam membuat kami tidak berlama-lama di Praha, sebab matahari tenggelam lebih cepat. Kami tidak ingin sampai tengah malam di Vienna. Perjalanan pun dilanjutkan dan kendaraan kami membelah malam yang mulai datang.

Pemusik jalanan di Old Town Square Praha
Astronomical Clock

(1894)

15 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.