Menikmati Keindahan Hong Kong dari Ketinggian 552 Meter

Banyak yang mengidamkan liburan ke Hong Kong. Termasuk saya. Soalnya, banyak yang bisa dikunjungi dan dinikmati di Hong Kong yang sering dijuluki Mutiara dari Timur itu. Apalagi, bagi kita orang Indonesia yang berkunjung untuk tujuan wisata mendapatkan bebas visa selama 30 hari. Karena bebas visa, cukup membawa paspor sudah bisa memasuki wilayah Hong Kong.

Untuk ke Hong Kong, saya yang tinggal di Batam, Kepri, memilih menyeberang ke Singapura. Lebih dekat dan murah, dibanding harus terbang ke Jakarta. Cukup menyeberang dengan ferry selama satu jam. Jadi pagi-pagi saya sudah ke Singapura. Sebab penerbangan saya berangkat tengah hari dari Bandara Internasional Changi.

Dari Changi pesawat terbang menuju Bandara Internasional Hong Kong di Chek Lap Kok, sebelah Pulau Lantau. Tiba menjelang senja. Di banding orang Singapura, orang-orang Hong Kong lebih ramah. Kesan pertama itu saya dapatkan begitu tiba di bandara. Hong Kong pun sangat menyadari diri sebagai tujuan wisata favorit di Asia, sehingga wisatawan sangat diberi kemudahan sejak di bandara.

Bus dari bandara ke pusat kota.

Begitu melewati pemeriksaan imigrasi, informasi tentang Hong Kong sangat mudah didapat. Di konter Tourism Hong Kong, banyak brosur, peta, dan panduan wisata di Hong Kong yang lengkap dan diberikan secara gratis. Petugasnya pun ramah dan mempersilahkan mengambil setiap panduan wisata itu jika mau. Di bandara, berbagai moda transportasi bisa didapatkan untuk menuju pusat kota. Di antaranya subway atau MTR, bus dan taksi. Bus paling murah dan pilihan paling tepat untuk menikmati suasana Hong Kong sejak dari bandara.

Hotel yang saya sudah pesan sebelumnya berada di kawasan Tsim Sha Tsui, Kowloon. Bus yang menuju Kowloon bernomor A21 dengan ongkos 33 HKD. Hanya sedikit melangkah dari pintu keluar bandara, saya menemukan halte bus itu. Lama perjalanan menuju pusat kota sekitar satu jam. Dari bus bertingkat dua itu, pesona Hong Kong sudah tampak begitu meninggalkan bandara. Apalagi ketika melewati jembatan yang menghubungkan Bandara Chek Lap Kok dan Lantau Island.

Jangan takut tersesat karena bus ini menginformasikan setiap tempat pemberhentian, termasuk Tsim Sha Tsui. Tsim Sha Tsui, Kowloon, menjadi tempat favorit para pelancong karena lokasinya yang strategis. Selain banyak objek wisata di sekitarnya dan hotel yang murah, dari sini sangat mudah menjangkau seluruh wilayah Hong Kong.

Kawasan Tsim Sha Tsui, Kowloon.

Hong Kong memiliki sistem transportasi yang mapan dan modern dengan moda transportasi yang beragam. Mulai  bus, taksi, kapal feri, dan MTR. Hampir semua ongkos layanan transportasi umum dapat dibayar dengan menggunakan Octopus Card yang biasa disebut Patadong. Berbekal peta, berbagai objek wisata mudah dijangkau. Untungnya saya sudah mendapatkan peta Hong Kong saat di bandara.

Ketika sampai di Tsim Sha Tsui gemerlap malam Hong Kong sangat terasa. Membuat saya tergoda untuk segera menjelajahinya. Tanpa membuang banyak waktu, setelah check in di hotel di Mirador Mansion, saya segera melangkahkan kaki ke Victoria Harbour di ujung Nathan Road.

Lokasi ini kawasan pedestrian. Tempat orang-orang berjalan kaki dan bersantai-santai. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan spektakuler Pulau Hong Kong di seberang lautan. Mata saya berbinar-binar melihat gedung-gedung pencakar langit yang saling-silang seperti hutan beton. Gedung-gedung di Pulau Hong Kong itu tampak indah dengan sorotan cahaya yang diiringi musik. Pesonanya membuat saya lupa memotret. Itulah pertunjukan Symphony of Lights.

Pemandangan bangunan pencakar langit di Hongkong pada malam hari.

Ke Hong Kong, tidak bisa disebut ke Hong Kong kalau tidak ke Pulau Hong Kong. Juga tak cukup dengan menikmatinya dari seberang lautan. Saya pun janjian dengan teman dari Praha, Ceko, untuk ke sana keesokan harinya. Kami menyeberang dengan menumpang kapal ferry, meski ada MTR. Karena ingin merasakan sensasi yang berbeda. Kapal ferry menyeberang reguler. Tidak sampai 20 menit, ferry sudah tiba di Pulau Hong Kong.

Di depan mata gedung-gedung berdiri menjulang seperti Central Plaza dan 2 International Finance Centre (IFC). Teman saya dari Praha mengajak ke lantai 15 IFC. Katanya bisa masuk tanpa harus membayar. Saya langsung setuju. Di lantai 15 ini, kami melihat pameran sistem keuangan Hong Kong dari masa ke masa. Bonusnya adalah pemandangan Hong Kong dari ketinggian. Meski bukan pemandangan 360 deraja, tetap saja membuat saya terkesima.

Two IFC terdiri dari dua gedung, yaitu IFC Mall dan Four Seasons Hotel Hong Kong. Gedung 2 IFC adalah gedung tertinggi kedua di Hong Kong, setelah International Commerce Centre di Kowloon Barat. Gedung tertinggi keempat di wilayah Cina Daratan dan gedung perkantoran tertinggi kedelapan di dunia, berdasarkan ketinggian struktural.  Tingginya 407 meter. Stasiun Hong Kong di Airport Express langsung di bawahnya.

Bangunan-bangunan menjulang seperti Central Plaza dan International Finance Centre Pulau Hongkong.

Dari depan IFC, kami lalu melanjutkan ke Victoria Peak atau dikenal juga sebagai The Peak. The Peak adalah gunung di Hong Kong bagian barat daya dengan ketinggian 552 meter, tertinggi di Pulau Hong Kong. The Peak salah satu objek wisata yang paling populer di Hong Kong dengan 6 juta orang mengunjunginya tiap tahun. Hal yang menarik turis ke The Peak adalah pemandangannya yang indah mencakup Pulau Hong Kong dan Semenanjung Kowloon.

Lokasi ini juga merupakan tempat tinggal elit. Katanya, rumah Jacky Chen ada di sini juga. Untuk menuju ke sana, The Peak Hong Kong dapat dicapai dengan beberapa alternatif kendaraan. Pertama yang paling terkenal adalah dengan Peak Tram. Jalur tram ini sudah dipakai sejak tahun 1888. Perjalanan yang ditempuh dengan Peak Tram hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit dari Central Lower Peak Tram Station ke The Peak. Cara kedua mencapai Peak Lower Station adalah menumpang bus tingkat nomor 15C yang berpangkal di Central Star Ferry  dekat Pier No 8. Cara ini paling mudah dan murah.

Perjalanan dengan bus menarik karena pemandangan sepanjang jalan yang kita lalui sangat memukau. Bus meniti jalanan memutar seperti spiral untuk sampai di puncak. Sesampai di The Peak kita akan bisa melihat Hong Kong dari atas sepenuhnya. The Peak Gallery, salah satu mall di The Peak adalah tempat yang bagus untuk melihat Hong Kong dari ketinggian. Namun tempat terbaik adalah The Peak Tower yang puncaknya disebut Sky Teras 148. Dari teras ini pemandangan Hong Kong 360 derajat tersaji. Mata puas memandang. Membuat saya pulang dengan perasaan senang yang amat luar biasa.(*)

The Peak Tower.
Hutan beton di Pulau Hongkong

 

Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #WegoDiscoverHK

(366)

30 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.